Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin digadang-gadang bakal menjadi sosok lawan kuat Prabowo Subianto di Pilpres mendatang.
Indonesian Public Institute (IPI) merilis hasil survei terbaru pada Senin 9 Februari 2026.
Hasil survei tu menunjukkan ada sejumlah sosok baru disinyalir bisa menjadi lawan kuat Prabowo Subianto dalam bursa pencalonan presiden 2029.
Dalam survei IPI bertajuk "Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029", sosok Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Jakarta Pramono Anung, hingga mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk 10 besar bursa capres 2029.
- Istimewa
Sementara sosok Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi dua teratas dalam survei tersebut.
Munculnya nama Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa calon presiden (Capres) 2029 itu lantas memicu reaksi dari berbagai pengamat politik.
Salah satunya, Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas. Ia menilai kehadiran Sjafrie di jajaran 10 besar tokoh potensial menjadi sinyal perpolitik di Pilpres 2029.
"Posisi Prabowo dan Gibran di puncak survei memang tidak mengejutkan, namun kehadiran nama Sjafrie dalam daftar tersebut membuka pertanyaan menarik sekaligus mengkhawatirkan bagi stabilitas politik pemerintahan saat ini," kata Fernando Emas dalam keterangannya, Rabu (11/2/2025).
Fernando menyebut Sjafrie bukan nama asing dalam konstelasi politik Indonesia. Sebagai sahabat karib Prabowo, Sjafrie dikenal memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan.
"Wataknya yang tegas dan latar belakang militer membuat sosoknya dipandang sebagai menteri paling powerful di kabinet. Ketika seorang menteri pertahanan mulai masuk dalam radar calon presiden, alarm politik seharusnya berbunyi keras di istana," jelasnya.
Posisi Sjafrie ini mengingatkan peta politik 2004 lalu saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di kabinet Megawati Soekarnoputri memutuskan maju sebagai calon presiden.
"SBY berhasil 'menikung' Megawati dalam Pilpres 2004 dan kemudian berkuasa selama dua periode, total 10 tahun. Ini menjadi kenyataan pahit yang harus ditelan oleh presiden petahana," kata Fernando.
Sejarah berpotensi berulang. Sjafrie dengan segala kekuasaan dan pengaruhnya sekaligus sahabat Prabowo kini muncul sebagai calon presiden potensial.




