Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung Sempat Ditutup untuk Latihan Mendarat F-16

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung sempat ditutup sementara pada 9 Februari sampai 11 Februari 2026 pukul 14.00 WIB. Adapun penutupan tersebut dikarenakan adanya pendaratan pesawat tempur Super Tucano dan F-16.

PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menjelaskan bahwa penutupan terjadi pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang (KM 202+036) sampai dengan Gerbang Tol Simpang Pematang (KM 239+907).

“Penutupan tersebut dilaksanakan mulai 9 Februari 2026 pukul 15.00 WIB hingga 11 Februari 2026 pukul 14.00 WIB dalam rangka kegiatan pemeliharaan dan pertahanan negara,” kata EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2).

Adapun selama periode itu, Gerbang Tol Lambu Kibang hanya dibuka untuk kendaraan yang mengarah ke Lampung atau Bakauheni. Sementara Gerbang Tol Simpang Pematang hanya dibuka untuk kendaraan yang menuju arah Palembang.

Mardiansyah juga sudah mengimbau agar para pengguna jalan bisa memilih rute alternatif selama periode penutupan berlangsung.

“Hutama Karya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan serta mengharapkan kerja sama seluruh pengguna jalan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan selama pelaksanaan penutupan. Masyarakat yang telah merencanakan perjalanan diimbau untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan,” ujar Mardiansyah.

TNI Angkatan Udara (AU) menggelar uji coba pendaratan pesawat tempur di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Lampung pada Rabu (11/2).

Adapun uji coba ini menjadi yang pertama dilakukan di jalan tol di Indonesia. Dua jenis pesawat tempur yang diterjunkan dalam uji coba tersebut yakni Super Tucano dan F-16. Keduanya berhasil mendarat dengan aman dan lancar di ruas tol yang telah disiapkan sebagai landasan darurat.

Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, mengatakan uji coba ini merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan negara dengan memanfaatkan infrastruktur sipil untuk kepentingan darurat.

“Dilaksanakan pada hari ini, ini untuk yang pertama kali ya, uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar,” kata Donny.

Menurut Donny, penggunaan jalan tol sebagai landasan alternatif merupakan bagian dari konsep pertahanan semesta. Infrastruktur sipil disiapkan agar dapat difungsikan ketika pangkalan udara utama tidak bisa digunakan.

Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari upaya bela negara, mulai dari kementerian teknis, operator jalan tol, hingga masyarakat.

Ke depan, Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan pengelola jalan tol agar sejumlah ruas tol dan jalan nasional dapat dirancang memenuhi spesifikasi teknis sebagai runway darurat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Pimpinan Lainnya Sambangi Aceh, Berikan Bantuan untuk Korban Bencana
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Siapkan "Kejutan" Buat Iran saat Netanyahu Menuju AS
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Grab dan OVO Pakai Teknologi untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis Swasta
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sekolah Terdampak Banjir di Sumatra Mulai Dibersihkan, Siswa yang Belajar di Tenda Darurat Menurun
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Hujan ekstrem guyur Inggris, ratusan rumah terendam
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.