Tolok Ukur Persija Jakarta Kudeta Persib Bandung: Wajib Taklukkan PSM Makassar dan Bali United

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Persija Jakarta memasuki fase krusial dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Kekalahan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, 9 Februari 2026, tak hanya memutus momentum, tetapi juga memperlebar jarak dengan para pesaing di papan atas.

Dua gol Gabriel Silva pada menit ke-82 dan 90+11 membungkam Macan Kemayoran di kandang sendiri. Hasil itu membuat Persija tertahan di peringkat ketiga dengan 41 poin, tertinggal lima angka dari Borneo FC dan enam poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung.

Di saat rival meraih kemenangan, Persija justru tersandung.

Kini, ukuran keseriusan mereka untuk mengudeta Persib tak lagi sebatas wacana. Dua laga ke depan—kontra Bali United dan PSM Makassar—akan menjadi tolok ukur sesungguhnya.

Tanpa Mauricio Souza di Gianyar

Persija dijadwalkan melakoni laga tandang pada pekan ke-21 melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026. Kemenangan menjadi target mutlak demi menjaga asa dalam perburuan gelar.

Namun, Macan Kemayoran dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Pelatih Mauricio Souza harus absen akibat sanksi akumulasi kartu kuning.

Souza menerima kartu kuning keempat saat terlibat keributan dengan pemain dan ofisial Arema FC usai laga pekan lalu. Sesuai regulasi Super League 2025/2026 Bab XII Pasal 55 ayat ke-13, ofisial yang mengoleksi dua kartu kuning dalam pertandingan berbeda wajib absen satu laga setelah akumulasi tercapai.

“Ofisial yang memperoleh akumulasi 2 (dua) kartu kuning dalam 2 (dua) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk mendampingi 1 (satu) kali Pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai,” demikian bunyi aturan tersebut.

Absennya Souza menjadi tantangan tersendiri. Di tengah tekanan hasil, kehilangan figur utama di bangku cadangan berpotensi memengaruhi koordinasi taktik dan respons in-game.

Meski demikian, tiga poin tetap menjadi harga mati. Jika kembali terpeleset, jarak dengan Persib dan Borneo bisa semakin melebar—dan dalam kompetisi yang ketat, selisih enam hingga tujuh poin terasa signifikan.

Jadwal Berat dan Ancaman Nyata

Setelah Bali United, Persija akan menghadapi PSM Makassar pada 20 Februari. Dua laga ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan potensi titik balik musim.

Bali United dikenal agresif dalam penguasaan bola dan berani bermain terbuka di kandang. Sementara PSM, meski masih berkutat di papan tengah, mulai menunjukkan tanda kebangkitan.

Pasukan Ramang baru saja memutus tren tujuh laga tanpa kemenangan dengan menundukkan PSBS Biak 2-1. Kendati pelatih Tomas Trucha mengakui timnya belum sepenuhnya stabil, kemenangan tersebut memberi suntikan moral yang signifikan.

“Setelah kita mencetak gol kedua, kita seperti berhenti bermain. Seharusnya kita pegang bola lebih lama. Kita beruntung. Mereka punya dua peluang yang seharusnya bisa jadi gol kedua,” ujar Trucha.

Pernyataan itu menegaskan bahwa PSM masih dalam proses. Namun justru dalam situasi seperti itu, mereka bisa menjadi lawan berbahaya—tim yang bermain tanpa beban besar.

Komposisi Penuh dan Peran Kunci

PSM kini mendaftarkan sebelas pemain asing, memenuhi kuota maksimal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Dusan Lagator, gelandang jangkar dengan valuasi tertinggi di skuad.

Lagator bukan pemain yang mencolok secara statistik, tetapi perannya vital dalam menjaga keseimbangan lini tengah. Dalam laga melawan tim seperti Persija yang mengandalkan agresivitas transisi, kehadiran gelandang bertipe pembaca ruang bisa menjadi kunci.

Jika ia mampu memutus aliran bola dan memperlambat tempo permainan Macan Kemayoran, ritme serangan Persija berpotensi terganggu.

Di lini depan, Sheriddin Boboev menawarkan mobilitas dan tekanan konstan yang bisa menguji pertahanan Persija—yang baru saja kebobolan dua gol di kandang sendiri.

Tekanan di Pihak Macan

Secara klasemen, Persija masih lebih mapan dibanding PSM. Namun tekanan psikologis justru kini berada di pihak Macan Kemayoran.

Mereka tak memiliki ruang untuk kehilangan poin. Setiap hasil imbang, apalagi kekalahan, berpotensi menjauhkan peluang merebut puncak klasemen dari Persib Bandung.

Sebaliknya, PSM bermain dengan motivasi berbeda: memperbaiki posisi dan menjauh dari ancaman papan bawah. Dalam banyak kasus, tim dengan beban lebih ringan justru tampil lebih lepas.

Jika Persija gagal memaksimalkan laga kontra Bali United dan PSM, maka narasi perebutan gelar bisa berubah drastis. Persib dan Borneo berpotensi memperlebar jarak, sementara Persija tertinggal dalam momentum.

Ujian Konsistensi

Arema telah memberi pukulan awal. Kini Bali United dan PSM menanti sebagai ujian lanjutan.

Untuk mengudeta Persib Bandung, Persija tak cukup hanya berharap rival tergelincir. Mereka wajib mengalahkan Bali United di Gianyar dan menundukkan PSM pada laga berikutnya.

Dalam persaingan yang marginnya semakin tipis, dua laga ini menjadi tolok ukur nyata: apakah Persija masih layak disebut kandidat juara, atau justru mulai kehilangan pijakan di tikungan akhir musim.

Jawabannya akan terlihat dalam sembilan puluh menit di Gianyar—dan beberapa hari setelahnya saat menghadapi Pasukan Ramang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyoal Aktivasi Jalan Tol Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Bunga plum yang bermekaran hiasi Desa Maihuayu di China
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Penetapan Tersangka Richard Lee Dinilai Sah, Gugatan Praperadilan Resmi Ditolak Hakim
• 13 jam lalupantau.com
thumb
TransJabodetabek Depok Padat, Pramono Dorong Pemda Bangun Halte Sendiri
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Polres Metro Tangerang Kota Tangguhkan Penahanan Bahar bin Smith
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.