Kemhan Pastikan Kehadiran TNI di Gaza untuk Rekonstruksi dan Pelayanan Medis

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa pengerahan TNI ke Gaza dilakukan dalam rangka menjalankan misi kemanusiaan.

“Fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan atau medis,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan membantah soal narasi kehadiran TNI di Gaza untuk melucuti senjata Hamas, kelompok militan Palestina yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan Israel.

Bantahan itu muncul setelah media internasional memberitakan bahwa Indonesia mendapat mandat dari Board of Peace (BOP) untuk membentuk Internal Security Forces (ISF) guna membantu mengamankan perbatasan Gaza serta memastikan demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas.

Baca juga: Kemhan Bantah Rencana TNI ke Gaza untuk Lucuti Senjata Hamas

“Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia,” ucap dia.

Perwira tinggi (Pati) TNI bintang satu itu menyatakan, hal-hal operasional terkait rencana pengiriman pasukan masih menunggu kejelasan mandat internasional, aturan misi, dan keputusan resmi pemerintah.

“Namun prinsipnya, kontribusi Indonesia akan tetap berada dalam koridor stabilisasi, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan,” tegas dia.

Adapun menurut laporan media internasional, Indonesia sedang mempersiapkan hingga 8.000 tentara untuk dikerahkan ke Gaza, negara pertama yang melakukan hal tersebut sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat akhir tahun lalu.

Baca juga: TNI Respons Penembakan Pesawat Smart Air oleh OTK di Papua

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, mengatakan bahwa pelatihan untuk para prajurit telah dimulai, dan mereka akan fokus pada peran medis dan teknik di Gaza.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rencana pengerahan pasukan merupakan tindak lanjut bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang diumumkan pada bulan lalu.

“Ia (Indonesia) memiliki mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang akan membantu mengamankan wilayah perbatasan di Gaza dan memastikan demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas,” bunyi pemberitaan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Transfer Persis Solo: Baru Bergabung, Abu Kamara Janji Tampil Maksimal
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
23 Ribu TNI Dikerahkan Buat Pulihkan Sumatera: Bangun Ribuan Huntara-Jembatan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Surat Siswi Alor NTT Buat Prabowo: Rintihan Kami Didengar, Sekolah Diperbaiki
• 46 menit lalukumparan.com
thumb
Sociedad menangi  leg pertama semifinal Copa del Rey lawan Bilbao
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Institut Pariwisata Berbasis Internasional Resmi Dibuka di Cipayung Jakarta
• 12 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.