Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menceritakan pengalaman pribadinya ketika iPad miliknya tertinggal di kereta api.
Malam hari sebelumnya Senin (9/2) pukul 18.50 WIB ketika naik kereta api dari Stasiun Gambir, Haedar mengeluarkan iPad kesayangannya untuk menulis bahan kuliah bagi mahasiswa S3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) prodi Politik Islam, esok hari.
"Selesai mengetik, tidak terasa kantuk menerpa kuat. Maklum seharian acara, agak kelelahan. Perjalanan kereta rupanya sudah sampai Purwokerto. Tertidurlah sejenak, sampai jelang tiba di Stasiun Yogyakarta," tulis Haedar dalam akun Instagramnya, kumparan telah diizinkan untuk mengutipnya, Rabu (11/2).
Pada Selasa (10/2) pukul 01.24 WIB Haedar turun di Stasiun Tugu Yogyakarta.
"Turun dari Kereta terasa normal, tidak ada sesuatu yang bermasalah. Lalu, dengan santai menuju parkiran mobil untuk kemudian menuju rumah. Namun, baru sampai sepertiga perjalanan barulah sadar, ada masalah. iPad mini yang biasa dipakai mengetik tertinggal di kereta. Mau kembali ke stasiun jelas tidak mungkin. Kereta Api sekarang tertib sekali saat turun dan naik, sekitar 3 sampai 5 menit," katanya.
Haedar mengatakan sempat risau dengan hilangnya iPad. Ini karena di dalamnya banyak dokumen dan tulisan penting.
"Kehilangan Ipad tentu sangat merisaukan. Bukan bendanya, tapi isinya. Di dalamnya banyak data dan dokumen penting, lebih-lebih tulisan," jelasnya.
Haedar dibantu Media Komunikasi (Medkom) Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah membuat laporan.
"Petugas yang menerima laporan sigap sekali dan detail merespon aduan. Menanyakan jenis, warna, dan casing Ipad. Diminta pula nomor seat," katanya.
iPad Haedar rupanya jatuh di pinggiran tempat duduk dan berhasil ditemukan.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan Kepala Stasiun di Stasiun Yogyakarta Raja Husein Pandapotan Harahap secara paralel dihubungi oleh Haedar Nashir dan diinfokan terkait laporan tersebut.
"KS Yogyakarta Raja Husein Pandapotan Harahap kemudian membantu koordinasi terkait Laporan Lost and Found tersebut dan setelah ditelusuri, gawai tablet mini tersebut kemudian ditemukan telah sampai di Stasiun Malang dan segera diamankan oleh petugas KAI," kata Feni.
Tablet pun kembali ke Haedar dengan selamat. "Pelayanan para petugas tersebut merupakan cerminan nilai-nilai Budaya Perusahaan yang menjadi landasan etika kerja seluruh insan KAI. Ini bukan hanya tentang mengembalikan barang, tapi tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap KAI sebagai penyedia transportasi publik yang dapat diandalkan," jelasnya.




