JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menggandeng daerah produsen untuk mengantisipasi tingginya lonjakan kebutuhan pangan selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), Dodot Tri Widodo, mengatakan hari besar keagamaan kerap diikuti kenaikan konsumsi pada komoditas pangan strategis.
Komoditas yang dimaksud seperti beras, telur, minyak goreng, tepung terigu dan sebagainya.
BACA JUGA:Bedah Mitsubishi Xforce 55th Anniversary Edition, Makin Berkarakter, Dinamis dan Modern
BACA JUGA:Kemenko Polkam Turun Tangan Telusuri Penembakan Pesawat Smart Air di Papua
Hal ini dikemukakan Dodot saat acara Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026', di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.
"Kalau beras kenaikannya tidak terlalu banyak, kurang lebih sekitar delapan persen, sedangkan telur ayam sekitar 7-17 persen, jadi memang konsumsinya naik," kata Dodot.
Dodot menambahkan, untuk mengamankan pasokan, Food Station memperluas kerja sama lintas daerah dengan dua pola.
Pila pertama yakni standby buyer atau membeli gabah dari daerah penghasil, dan on farming atau membiayai petani untuk menanam padi.
BACA JUGA:Demi Hidupkan Ekonomi, BNPP RI Dorong Pengaktifan Pas Lintas Batas di PLBN Motamasin
BACA JUGA:MERINDING! Isi Percakapan Terakhir Pilot Smart Air saat Ditembaki di Papua, Teriak Minta Tolong
"Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali," ucap Dodot.
Berdasarkan data yang dia punya, stok beras yang dimiliki Food Station saat ini mencapai 80.000 ton dengan prognosa kebutuhan rumah tangga periode Februari-Maret sebesar 151.023 ton.
Kemudian stok beras untuk Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) mencapai 18.000 ton dengan kebutuhan beras di Jakarta itu normalnya di kisaran 2.500 ton per hari, sehingga dalam sebulan kebutuhannya 70.000-75.000 ton.
"Ini angkanya cukup karena kami juga mengelola PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) yang rata-rata stok per hari itu 40.000 ton, dibagi dengan 2.500 maka untuk 20 hari ke depan itu aman," terang Dodot.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »





