Kegaduhan PBI-JKN BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Pengamat Nilai Ada Masalah Serius

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kabar penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) hingga kini masih terus menjadi bahan perbincangan banyak pihak. 

Pasalnya, penonaktifan ini sendiri terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada para penerima PBI-JKN.

BACA JUGA:Demi Hidupkan Ekonomi, BNPP RI Dorong Pengaktifan Pas Lintas Batas di PLBN Motamasin

BACA JUGA:MERINDING! Isi Percakapan Terakhir Pilot Smart Air saat Ditembaki di Papua, Teriak Minta Tolong

Terlebih lagi terkini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga turut mengumumkan bahwa per Februari 2026, sudah ada sekitar 11 juta orang yang dihapus atau diganti dari daftar PBI JKN, dengan hampir 10 persen-nya dari total 98 juta peserta nasional.

Situasi ini pun tentunya menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Menurut Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, jika perubahan status terjadi besar besaran dan mendadak, maka yang terjadi adalah kepanikan kolektif.

"Ini soal desain implementasi yang tidak menghitung perilaku publik. Warga tidak memeriksa status kepesertaan setiap hari. Mereka baru tahu saat sakit, saat cemas, saat anaknya demam tinggi, atau ketika orang tuanya butuh rawat inap," tegas Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Rabu (11/02).

BACA JUGA:Kronologi Mencekam Smart Air PK-SNR Ditembaki di Boven Digoel, Berikut Spesifikasi Pesawatnya

BACA JUGA:ASN DKI Boleh WFA Saat Lebaran, Pramono: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

Lebih lanjut, Achmad juga turut menambahkan bahwa kegaduhan ini sudah bukan sekadar rutinitas administrasi. 

Pasalnya, dirinya menambahkan, lonjakan penghapusan atau penggantian PBI JKN sekitar 11 juta orang dalam sebulan sudah menjadi alarm bahwa tata kelola transisi masih lemah.

"Jika otoritas fiskal sudah menangkap risiko sosialnya, maka tidak ada alasan bagi pemimpin operasional di lapangan untuk gagal membaca hal yang sama," tegas Achmad.

"Namun yang lebih penting, BPJS dan pemimpinnya harus memulihkan cara negara hadir: tidak mengejutkan, tidak defensif, dan tidak menjadikan warga korban dari pembenahan yang seharusnya melindungi," tambahnya.

Menkeu : Hati-Hati dalam Pemutakhiran Data

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga turut menyoroti polemik terkait penonaktifan peserta PBI JKN. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
45 Ribu Kursi Kereta dari Stasiun Malang Diskon 30 Persen untuk Mudik Lebaran 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Damai ke Kantor Gubernur Jambi, Warga Suku Anak Dalam Dihadiahi Beras
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Saham Konglomerat Prajogo Cs Reli, IHSG Melonjak usai Pertemuan Prabowo dengan Taipan
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Hasto Soal Parpol Lain Sibuk Persiapan Pilpres 2029: Fokus Selesaikan Masalah Rakyat
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.