Britney Spears Jual Katalog Musiknya, Nilainya Disebut Capai Ratusan Juta Dolar

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Penyanyi pop Britney Spears resmi menjual katalog musiknya dalam sebuah kesepakatan yang disebut sebagai “landmark deal” dengan perusahaan penerbitan musik Primary Wave.

Pelantun "Toxic itu melepas kepemilikan atas bagiannya dalam sejumlah lagu hits, termasuk "...Baby One More Time", "Gimme More", "I’m a Slave 4 U", "Lucky", "Sometimes", dan "Stronger".

Berdasarkan dokumen hukum yang diperoleh TMZ, kesepakatan tersebut ditandatangani pada 30 Desember. Meski nilai transaksi tidak diungkapkan secara resmi, sejumlah sumber menyebut angkanya berada di kisaran yang sama dengan kesepakatan Justin Bieber saat menjual katalog musiknya senilai 200 juta dolar AS (atau lebih dari Rp3 triliun).

Variety melaporkan bahwa kesepakatan itu kemungkinan mencakup royalti artis dan hak penerbitan lagu. Namun, hak atas nama dan kemiripan (name and likeness rights/NIL) diduga tidak termasuk, kecuali jika nilai transaksi jauh lebih besar dari estimasi yang beredar.

Penyanyi berusia 44 tahun itu disebut merasa puas dengan penjualan tersebut dan merayakannya dengan menghabiskan waktu bersama kedua putranya.

Bulan lalu, Britney juga mengungkapkan bahwa ia tidak akan lagi tampil di Amerika Serikat. Dalam unggahan Instagram, ia menulis, “Saya tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif.”

Ia menambahkan harapannya untuk bisa tampil di Inggris dan Australia dalam waktu dekat, duduk di bangku piano dengan bunga mawar merah di rambutnya, bahkan membayangkan tampil bersama putranya.

Britney merupakan ibu dari dua anak laki-laki, Jayden (19) dan Preston (20), hasil pernikahannya dengan mantan suami Kevin Federline. Dalam unggahan tersebut, ia tidak menyebutkan secara spesifik putra mana yang dimaksud. Namun sebelumnya, ia pernah memuji kemampuan Jayden bermain piano. Pada Maret lalu, ia membagikan video sang putra bermain piano dan menulis, “Saya kagum padanya. Saya tak percaya dia anak saya!”

Penampilan konser terakhir Britney di Amerika Serikat berlangsung dalam tur Piece of Me pada 2018, yang menyusul residensinya di Las Vegas dari 2013 hingga 2017.

Ia sempat dijadwalkan kembali ke Las Vegas pada 2019 lewat pertunjukan Domination. Namun rangkaian konser tersebut dibatalkan dengan alasan masalah keluarga.

Dalam pernyataan saat itu, Britney mengatakan, “Saya mendedikasikan fokus dan energi saya untuk merawat keluarga. Kami memiliki hubungan yang sangat istimewa dan saya ingin bersama keluarga saya saat ini, seperti mereka selalu ada untuk saya.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penggemar atas dukungan yang terus diberikan dan berharap suatu hari dapat kembali naik ke panggung.

Penjualan katalog musik ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Britney Spears, yang selama lebih dari dua dekade menjadi salah satu ikon terbesar industri musik pop dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Tren Perawatan Kulit Ramadan–Lebaran 2026, Glowing Instan Mulai Tersingkir!
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pratikno: Dampak Negatif Ruang Digital Jadi Tanggung Jawab Moral Bersama
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Zaman Aksial: Penyelarasan Pemikiran yang Terjadi Sekali dalam Sejarah
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Pemerintah Perkuat Zona Integritas
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Jejak Toto Sugiri di Balik Indointernet (EDGE) yang Bersiap Delisting Sukarela
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.