Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi fenomena fase Bulan Baru pada 17 Februari 2026. Hal itu berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum yang dapat memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Indonesia.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, mengatakan adanya potensi pasang maksimum yang perlu diwaspadai masyarakat pesisir. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan data ketinggian muka air atau water level dan prediksi pasang surut.
"Kondisi tersebut dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan permukiman pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat, transportasi laut, perikanan darat, serta tambak garam," kata Eko dikutip dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga :
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Laut Tinggi 11-14 FebruariPotensi serupa juga terpantau di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara.
Di pesisir utara Jawa, potensi rob diperkirakan terjadi pada 12-19 Februari 2026, termasuk di wilayah Jakarta, Semarang, Demak, Pekalongan, Kendal, Jepara, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
Ilustrasi banjir rob. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.
Sementara di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau berpotensi terjadi pada pertengahan hingga akhir Februari 2026.
Eko menegaskan bahwa potensi rob ini berbeda di setiap wilayah. Hal itu bergantung pada kondisi topografi pesisir, pasang surut setempat, dan faktor meteorologis lainnya seperti angin dan tekanan udara.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang maksimum, serta secara berkala memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.




