Pesawat PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Koroway Batu milik PT Smart Aviation ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (11/2) sekitar pukul 10.38 WIT. Pesawat jenis Cessna Caravan itu dipiloti oleh Egon Erawan dan co-pilot Baskoro.
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, mengatakan pesawat ditembaki saat landing di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
"Pada saat pesawat Smart Aviation PK-SNR melaksanakan landing di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, langsung ditembaki oleh OTK," kata Wisnu saat dikonfirmasi, Rabu (11/2).
Wisnu mengatakan pilot lalu memarkirkan pesawat di ujung landasan. Kemudian, pilot dan co-pilot serta penumpang melarikan diri.
"Kemudian pilot memarkirkan pesawat di Runway 16 (ujung landasan) pilot dan co-pilot serta penumpang keluar dari pesawat dan langsung melarikan diri masuk ke dalam hutan," ujarnya.
Identitas PenumpangPesawat tersebut membawa 13 penumpang. Berikut ini identitas mereka:
Yance Bemanop (Penumpang);
Limu Gurik (Penumpang);
Yanduk Kogoya (Penumpang);
Turis Magai (Penumpang);
Emira Wonda (Penumpang);
Anak Kimis (Penumpang);
Dualima Kogoya (Penumpang);
Imantinus Kahipka (Penumpang);
Irvan Kahipka (Penumpang);
Samuel Jitmau (Penumpang);
Pania Mialka (Penumpang);
Topius Kogoya (Penumpang);
Tialongga Kogoya (Penumpang).
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan Capt. Egon E. dan Capt. Baskoro meninggal dunia ditembak oleh OTK. Mereka tertangkap saat melarikan diri ke hutan lalu dieksekusi oleh pelaku.
“Bahwa Capt. pilot dan co-pilot tertangkap dan dieksekusi bertempat di landasan Bandara Korowai Batu,” ujarnya.
Kirim Pesan DaruratSebelum tewas, pilot Egon sempat mengirimkan pesan singkat darurat melalui GPS pada pukul 13.26 WIT. Melalui pesan tersebut, pilot mengatakan bahwa para awak pesawat ditembaki dan melarikan diri ke hutan.
"Beberapa menit setelah kejadian (penembakan), pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Jhonny Eddizon Isir dalam keterangan yang diterima.
Pesan tersebut berada pada dua titik koordinat GPS, yakni:
S 5,214472° T 140,016460°
S 5,214139° T 140,016718°
Komunikasi terakhir, pilot menyebut kesulitan sinyal.
"Gak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki," demikian pesan tersebut.
Jenazah Dievakuasi Pagi IniKasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan jenazah Egon maupun Baskoro telah diamankan. Saat ini masih berada Bandara Koroway Batu.
"Jenazah pilot saat ini sementara di amankan di bandara Koroway besok pagi baru rencana di evakuasi ke tanah merah," kata Yusuf.
Sementara itu, seluruh penumpang pesawat jenis Cessna Caravan disebut Yusuf selamat. Meski ia tidak memastikan detail kondisi para penumpang tersebut.
"Untuk penumpang yang lainnya info dari anggota di lapangan selamat," kata Yusuf.
Para penumpang sempat tidak diketahui keberadaannya.
Kondisi PesawatPesawat Smart Aviation itu mengalami kerusakan akibat penembakan tersebut. Kacanya pecah dan tangkinya bocor.
"Pesawat masih terparkir di runway dengan kondisi kaca jendela samping kanan pecah, tangki avtur bocor akibat tembakan," kata Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, saat dikonfirmasi.





