Warga Akui CCTV di Jakarta Bermanfaat, tapi Tak Cukup Cegah Kejahatan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di Jakarta telah menjadi bagian dari wajah kota yang modern. Dari persimpangan besar hingga jalan utama, warga hampir selalu dapat melihat kamera pengawas yang siap merekam setiap aktivitas seseorang.

Namun, dengan jumlah yang mencapai ribuan, muncul pertanyaannya: apakah CCTV benar-benar mencegah tindak kejahatan? Atau hanya menjadi pajangan kota yang tampak modern?

Kompas.com menelusuri pengalaman warga, serta mewawancarai pakar dan pengelola untuk mengetahui manfaat dan kendala pengelolaan CCTV di Jakarta.

Baca juga: Tambah 600 Sapi Impor, Stok Daging di Jakarta Dipastikan Aman hingga Lebaran

Aurelia (29), seorang karyawan swasta yang sehari-hari berkegiatan di Jakarta Pusat, mengaku menyadari keberadaan CCTV, terutama di persimpangan besar dan jalan utama.

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Sejumlah unit kamera pengawas (CCTV) terpasang di salah satu titik di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, tepat di depan gedung Perpustakaan Nasional RI. Selasa (10/2/2026).
“Tahu, karena memang di beberapa titik jalan terlihat ada kamera CCTV. Tapi saya tidak terlalu memperhatikan jumlah atau lokasinya secara detail,” kata Aurelia saat ditemui di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Meski menyadari keberadaan kamera CCTV, Aurelia mengaku dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari tidak terlalu terasa.

“Kalau saya pribadi lebih ke biasa saja. Tahu ada, tapi tidak benar-benar terasa pengaruhnya. Jadi bukan diabaikan, tapi juga tidak terlalu dipikirkan,” ujar dia.

Ia pun mengaku belum pernah mengecek kondisi CCTV melalui aplikasi. Biasanya, ia hanya mengandalkan aplikasi peta digital untuk melihat kondisi lalu lintas.

Menurut dia, CCTV baru bermanfaat jika ada suatu kejadian yang memerlukan bukti.

“Mungkin membantu, terutama kalau ada kejadian dan butuh rekaman. Tapi untuk benar-benar mencegah kejahatan, rasanya belum tentu juga,” tutur dia.

Aurelia memberi saran terkait pengelolaan CCTV. Menurut dia, informasi mengenai titik aktif CCTV dan fungsinya perlu lebih jelas.

Selain itu, perawatan rutin penting agar kamera tidak rusak atau mengarah ke tempat yang tidak relevan.

Dengan demikian, masyarakat bisa merasa aman, bukan hanya sekadar tahu ada kamera.

Baca juga: Bantah Abaikan Teguran RT soal Drum Bising, Penganiaya Pria di Jakbar: Demi Tuhan Belum Pernah

Kenand (30), karyawan swasta lain yang tinggal di Gondangdia, memiliki pandangan serupa. Ia menyadari keberadaan CCTV, tetapi tidak terlalu memperhatikan detail fungsinya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Lebih ke biasa saja. Kehadirannya memang terlihat, tapi dalam aktivitas sehari-hari tidak terlalu terasa dampaknya secara langsung,” ujar Kenand saat ditemui, Selasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi III DPR Soroti Kasus Pria Dianiaya Tetangga Usai Tegur Suara Drum: Arogan, Tindak Tegas Pelaku!
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Kontak Tembak dengan KKB di KM 50 Freeport, 1 Prajurit TNI Gugur
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Termasuk Ronaldo, 9 Pemain Kunci Ini Tak Masuk Skuad Al Nassr untuk Melawan Arkadag di ACL Two
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Antisipasi Fluktuasi Rupiah, BI Berjaga di Pasar
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.