JAKARTA, KOMPAS.TV – Jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu sudah berkurang sebanyak 95 persen dari jumlah puncak.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal itu dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana per hari ini, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan data dari lapangan, kata dia, jumlah pengungsi saat ini tinggal 47.462 jiwa yang tersebar di beberapa titik.
“Kalau rekan-rekan media mencatat puncak pengungsi tanggal 8 Desember 2025 itu sampai 1.057.482 jiwa, per tanggal 10 Februari kemarin ini jumlahnya setelah dihitung langsung di lapangan sudah tinggal 47.462 jiwa,” jelasnya.
Baca Juga: BNPB Sebut 235,33 Hektare Karhutla di Kalimantan Barat Sudah Padam
“Jadi terdapat penurunan yang cukup signifikan berkurang 95,51 persen. Nah, dari 47.462 ini tersebar ada empat titik mereka melaksanakan pengungsian.”
Pertama, pengungsi di gedung pemerintah berjumlah 5.817 KK. Rinciannya, Aceh 5.185 KK, Sumut 472, dan Sumbar 160 KK.
“Kemudian juga masih ada yang tinggal di meunasah atau masjid ini di Aceh. Kemudian juga ada yang mengungsi mandiri. Mandiri adalah menyewa, tinggal di rumah sanak saudara, ada 10.776 KK ini sudah diberikan dana tunggu hunian yang tadi disebutkan oleh Bapak Kasatgas jumlahnya adalah Rp1.800.000,” bebernya.
DTH tersebut diberikan untuk Bulan Desember, Januari, dan Februari. Nantinya jika pada akhir bulan ini hunian tetapnya belum selesai maka akan ditambah dana tunggu hunian untuk tiga bulan ke depan.
“Tentu saja ini sudah masuk Februari sampai tanggal 28 Februari, apabila huntapnya belum jadi, ini nanti ditambah untuk dana tunggu huniian 3 bulan berikutnya.”
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Fadhilah
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- bencana sumatera
- pengungsi terdampak bencana
- warga terdampak bencana





