Bahlil Pastikan Indonesia Bakal Impor BBM-LPG USD 15 Miliar dari AS

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia segera mengimpor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS) senilai USD 15 miliar. Rencana ini bagian dari hasil negosiasi tarif impor resiprokal.

Hal tersebut merupakan salah satu pembahasan rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (11/2). Impor tersebut mencakup minyak mentah, produk BBM, dan LPG. Importasi tersebut ditargetkan terjadi pada tahun ini.

"Salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah kita akan membeli BBM sebesar 15 miliar US Dollar. Itu terdiri dari LPG, kemudian dari crude-nya, kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya," katanya kepada awak media.

Bahlil menjelaskan, Prabowo akan segera bertolak ke AS untuk membahas kepastian hasil negosiasi tarif, termasuk di sektor energi. Selain dari migas, kesepakatan juga terjadi pada kerja sama bilateral pada komoditas pertambangan.

"Ya kita equal treatment saja. Katakanlah kalau pihak Amerika pengin mau melakukan investasi di Indonesia dengan critical mineral atau pun termasuk dengan nikel, kita terbuka saja. Kan negara kita kan negara bebas aktif," ungkapnya.

"Karena itu kita memberikan equal treatment kepada semua negara termasuk Amerika. Dan kalau mereka Insyaallah berminat, kita juga harus memberikan juga yang sama dengan yang lain," pungkas Bahlil.

Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan delegasi Indonesia masih bernegosiasi terkait tarif impor resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Dia memastikan salah satu yang disampaikan adalah akses mineral kritis.

Airlangga menyebut, progres negosiasi ini akan terlihat pada pekan depan, salah satunya dari sisi legal scrubbing alias proses finalisasi dan penyelarasan akhir teks perjanjian internasional.

"Delegasi, kan, sedang berangkat, nanti kita lihat minggu depan progres legal scrubbing seperti apa. Kalau legal scrubbing-nya selesai, baru kita atur jadwal presiden untuk ke Amerika," katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (9/1).

Dia menyebut sejauh ini belum ada perubahan substansi dari hasil negosiasi tarif impor tersebut, termasuk dari sisi akses mineral kritis terutama tembaga (copper) dari tambang PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Ya, kan, akses ke mineral kritis sudah kita berikan, dan yang paling krusial copper karena tidak ada elektrik, pesawat angkasa tanpa copper, dan itu kita sudah kasih dari akses sejak 1967 dengan Freeport itu," jelas Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Tambang Emas Martabe Dikembalikan kepada UNTR Jika Tak Ada Pelanggaran
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Wali kota Makassar Apresiasi Darwin, Anak Lorong Penemu Inovasi Bahan Bakar dari Limbah
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Andi Suhada Dengarkan Keluhan Warga Minasa Upa Terkait Sampah dan Drainase
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Mengelola Perdagangan Pertahanan Indonesia dengan India dan Pakistan
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jokowi Diperiksa 2,5 Jam di Polresta Solo soal Tudingan Ijazah Palsu
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.