Brussel (ANTARA) - Komisi Eropa, pada Rabu, meluncurkan rencana aksi untuk melawan ancaman pesawat nirawak, dan menyerukan kesiapan pertahanan yang lebih kuat.
Berdasarkan rencana tersebut, Komisi Eropa akan membentuk Pusat Keunggulan Anti-Drone Uni Eropa (EU Counter-Drone Centre of Excellence) baru serta mengembangkan skema sertifikasi untuk sistem anti-drone.
Komisi Eropa juga akan meluncurkan Forum Industri Drone dan Anti-Drone (Drone and Counter-Drone Industry Forum) guna meningkatkan dialog dengan industri dan memperluas produksi.
Komisi Eropa akan menerapkan Paket Keamanan Drone untuk merombak aturan terkait drone udara sipil dan menyesuaikannya dengan "realitas keamanan baru." Paket ini mencakup langkah-langkah penilaian risiko terkoordinasi guna melindungi rantai pasokan teknologi untuk drone dan sistem anti-drone, sekaligus peluncuran label "EU Trusted Drone" guna mengidentifikasi peralatan yang aman di pasar.
Rencana itu juga bertujuan meningkatkan deteksi drone, dengan merancang "sistem tampilan udara tunggal" dan "Platform Insiden Drone" untuk membantu mengidentifikasi drone berbahaya, kata Komisi Eropa.
Komisi Eropa menambahkan bahwa jaringan 5G harus "segera" dimanfaatkan untuk mendeteksi drone, termasuk yang tidak terhubung ke jaringan.
Komisi tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan mengundang negara-negara anggota yang berminat untuk bergabung dalam pengadaan publik dan penerapan sistem anti-drone, mendukung pengembangan sistem komando dan kendali berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Eropa yang mandiri, serta mempertimbangkan pembentukan tim tanggap darurat cepat anti-drone.
Komisi itu juga mengusulkan latihan tahunan anti-drone Uni Eropa berskala besar guna menguji ketahanan kerja sama lintas perbatasan dan koordinasi sipil-militer.
Selain itu, Komisi Eropa akan terus menyediakan drone dan teknologi terkait bagi badan perbatasan Uni Eropa, Frontex, untuk keperluan pengawasan perbatasan.
Berdasarkan rencana tersebut, Komisi Eropa akan membentuk Pusat Keunggulan Anti-Drone Uni Eropa (EU Counter-Drone Centre of Excellence) baru serta mengembangkan skema sertifikasi untuk sistem anti-drone.
Komisi Eropa juga akan meluncurkan Forum Industri Drone dan Anti-Drone (Drone and Counter-Drone Industry Forum) guna meningkatkan dialog dengan industri dan memperluas produksi.
Komisi Eropa akan menerapkan Paket Keamanan Drone untuk merombak aturan terkait drone udara sipil dan menyesuaikannya dengan "realitas keamanan baru." Paket ini mencakup langkah-langkah penilaian risiko terkoordinasi guna melindungi rantai pasokan teknologi untuk drone dan sistem anti-drone, sekaligus peluncuran label "EU Trusted Drone" guna mengidentifikasi peralatan yang aman di pasar.
Rencana itu juga bertujuan meningkatkan deteksi drone, dengan merancang "sistem tampilan udara tunggal" dan "Platform Insiden Drone" untuk membantu mengidentifikasi drone berbahaya, kata Komisi Eropa.
Komisi Eropa menambahkan bahwa jaringan 5G harus "segera" dimanfaatkan untuk mendeteksi drone, termasuk yang tidak terhubung ke jaringan.
Komisi tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan mengundang negara-negara anggota yang berminat untuk bergabung dalam pengadaan publik dan penerapan sistem anti-drone, mendukung pengembangan sistem komando dan kendali berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Eropa yang mandiri, serta mempertimbangkan pembentukan tim tanggap darurat cepat anti-drone.
Komisi itu juga mengusulkan latihan tahunan anti-drone Uni Eropa berskala besar guna menguji ketahanan kerja sama lintas perbatasan dan koordinasi sipil-militer.
Selain itu, Komisi Eropa akan terus menyediakan drone dan teknologi terkait bagi badan perbatasan Uni Eropa, Frontex, untuk keperluan pengawasan perbatasan.





