Adu Kinerja Saham Logam, ANTM hingga NCKL Mana Paling Prospektif?

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kinerja emiten tambang logam diperkirakan positif pada kuartal IV-2025, ditopang kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan ekspansi margin.

Adu Kinerja Saham Logam, ANTM hingga NCKL Mana Paling Prospektif? (Foto: Antam)

IDXChannel – Kinerja emiten tambang logam diperkirakan positif pada kuartal IV-2025, ditopang kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan ekspansi margin, meski volume penjualan relatif terbatas.

Dalam riset yang dirilis Rabu (11/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan sektor metal mining tumbuh sekitar 9 persen secara kuartalan (qoq).

Baca Juga:
Citi Proyeksi The Fed Tunda Pemotongan Suku Bunga hingga Mei Usai Rilis Laporan Pekerjaan AS

Perbaikan ini sejalan dengan membaiknya harga komoditas serta efisiensi biaya di sejumlah emiten.

Secara profitabilitas, margin laba kotor (gross profit margin/GPM) diperkirakan berada di kisaran 17 persen, sementara margin laba bersih (net profit margin/NPM) sekitar 10,1 persen. Kenaikan ASP dinilai menjadi pendorong utama ekspansi margin pada periode tersebut.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Turun Imbas Data Ketenagakerjaan Memicu Penundaan Pemotongan Suku Bunga

Dari sisi emiten, MBMA dan ANTM diperkirakan menjadi outperformers pada kuartal ini. MBMA ditopang pemulihan kinerja High-Grade Nickel Matte (HGNM), dengan ASP naik sekitar 5 persen secara tahunan (yoy) serta cash cost turun 9 persen yoy.

Sementara itu, ANTM diproyeksikan mencatat kontribusi kuat dari segmen nikel. Perseroan bahkan diperkirakan membukukan laba sekitar 109 persen di atas estimasi sebelumnya, mencerminkan lonjakan kinerja yang signifikan.

Baca Juga:
Asosiasi Tambang Harap Penurunan Kuota Batu Bara dan Nikel Dikaji Ulang

Memasuki 2026, katalis utama sektor ini berasal dari rencana pemangkasan produksi nikel sekitar 34 persen yoy. Langkah tersebut berpotensi menggeser pasar global dari kondisi surplus menuju defisit, sehingga menopang harga nikel.

Dalam skenario tersebut, ANTM dan NCKL dinilai paling diuntungkan, terutama karena keduanya berpotensi memperoleh prioritas dalam persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Dengan sejumlah katalis tersebut, BRI Danareksa Sekuritas meningkatkan rekomendasi sektor tambang logam menjadi Overweight. Urutan pilihan saham (pecking order) yang direkomendasikan adalah ANTM, diikuti NCKL, TINS, dan INCO.

Sementara, pengamat pasar modal Michael Yeoh memberikan sederet saham tambang logam yang dinilai menarik untuk dicermati dalam beberapa waktu ke depan. Ia melihat secara teknikal sejumlah emiten mulai menunjukkan pola akumulasi yang cukup sehat.

“MBMA, INCO, MDKA, NCKL memiliki area teknikal dan akumulasi yang cukup baik,” kata dia, Rabu (11/2/2026).

Secara khusus, Michael menyoroti potensi pergerakan saham MBMA yang dinilai masih membuka ruang kenaikan dengan batas bawah yang relatif terjaga.

“MBMA berpotensi kembali ke area 800, dengan support di 650,” tutur Michael.

Sementara itu, untuk INCO, ia memetakan area support dan resistance yang dinilai krusial sebagai acuan pelaku pasar dalam menentukan strategi.

“INCO support di 6.000, resistance di 7.000, dengan target kenaikan hingga ke 8.000-9.000,” imbuh dia. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luwu Raya dan Martabat Sebuah Perjuangan
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur di PN Jaksel
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Ambang Batas Parlemen Saja Tidak Cukup
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
KSP: MTN Seni Budaya perkuat SDM Indonesia di sisi kebudayaan
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
2 Pilot Smart Air Sempat Lari ke Hutan Sebelum Ditembak Mati OTK di Papua
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.