Bisnis.com, BALIKPAPAN — Transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan peningkatan nilai nominal, tapi frekuensi transaksi justru mengalami penurunan pada kuartal III/2025.
Berdasarkan data yang tercatat, nominal transaksi APMK mencapai Rp41,09 triliun dengan pertumbuhan 4,11% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Di sisi lain, volume transaksi mengalami kontraksi 2,96% (yoy) menjadi 32,26 juta transaksi atau turun drastis dibandingkan kuartal II/2025 yang masih tumbuh 7,07% (yoy).
"Volume transaksi APMK triwulan III 2025 tercatat 32,26 juta transaksi," demikian tertulis dalam Laporan Perekonomian Provinsi Bank Indonesia Kalimantan Timur, Rabu (11/2/2026).
Di sisi lain, nominal transaksi kartu kredit justru menunjukkan akselerasi dengan pertumbuhan 9,66% (yoy), mencapai Rp913,85 miliar atau meningkat dari pertumbuhan 5,37% (yoy) pada kuarta sebelumnya.
Sejalan dengan itu, volume transaksi kartu kredit turut mengalami ekspansi 10,62% (yoy) menjadi 904.114 transaksi.
Secara spasial, Kota Balikpapan dan Kota Samarinda menjadi episentrum transaksi kartu kredit di provinsi ini. Balikpapan mendominasi dengan kontribusi 50% dari total nominal transaksi dan 44% dari volume transaksi.
Baca Juga
- Kaltim Banjir Transaksi Digital, Total Rp119 Triliun pada Kuartal III/2025
- Gubernur Kaltim Ancam Bekukan Izin Penambang Batu Bara yang Pakai Jalan Umum
- Kaltim Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Sumut Senilai Rp1,2 Miliar
Sementara itu, Samarinda menyumbang 36% nominal dan 25% volume. Adapun, posisi ketiga dan keempat ditempati Kota Bontang serta Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kontribusi yang relatif terbatas.





