Matamata.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui anak asuhnya tampil jauh di bawah performa saat menyerah 0-3 kepada Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League (ACL) II. Laga tersebut berlangsung di Stadion Ratchaburi, Na Muang, Rabu (11/2).
Dilansir dari laman resmi klub, Kamis (12/2), Bojan menjelaskan bahwa skuat Maung Bandung gagal menunjukkan intensitas sejak peluit pertama dibunyikan. Ketidaksiapan pemain di awal laga berakibat fatal bagi pertahanan Persib.
"Kami tidak memulai pertandingan dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama. Hal itu merusak rencana permainan kami," ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Lini Tengah Jadi Titik Lemah Bojan menyoroti hilangnya kendali di sektor lini tengah pada babak kedua yang berujung pada dua gol tambahan lawan. Ia menilai Thom Haye dan kolega kerap kalah dalam perebutan bola kedua (second ball) dan lengah mengantisipasi serangan balik cepat tuan rumah.
Selain faktor teknis, Bojan juga mengeluhkan cuaca panas yang menguras fisik para pemain sepanjang pertandingan. Kondisi ini membuat intensitas permainan Persib menurun drastis di paruh kedua.
Persib harus pulang dengan tangan hampa setelah Ratchaburi mencetak angka melalui brace Pedro Tana dan satu gol dari Gabriel Mutombo.
Misi Berat di Leg Kedua Kekalahan ini menempatkan Persib dalam posisi sulit. Maung Bandung wajib menang dengan selisih minimal empat gol pada leg kedua pekan depan jika ingin melaju ke perempat final ACL II.
Meski berat, Bojan optimis timnya bisa bangkit saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Ia berharap atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) atau Si Jalak Harupat bisa memberikan tekanan bagi lawan.
"Sekarang kami perlu fokus total selama tujuh hari ke depan. Saya berharap stadion akan penuh seperti biasanya karena bermain di Bandung tidak pernah mudah bagi tim tamu. Pastinya, performa kami harus jauh lebih baik," pungkas Bojan. (Antara)
- KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Yaqut Cholil Qoumas Sesuai Prosedur Hukum




