Suara bising drum dari salah satu rumah di Cengkareng, Jakarta Barat, berujung penganiayaan antar tetangga, yakni Darwin dan Dodo Siagian. Keduanya lalu saling lapor polisi.
Kasus penganiayaan ini awalnya dilaporkan Darwin ke Polres Jakarta Barat dengan nomor LP/B/359/II/2026. Adapun penganiayaan terjadi pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Terlapor dalam kasus ini adalah Dodo.
Darwin mengalami luka memar dan lebam di bagian leher, luka di kepala bagian belakang, punggung, serta luka lecet di tangan dan kaki.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, laporan korban telah diterima.
“Saat ini korban sudah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat dan dalam penanganan oleh Satreskrim Jakarta Barat,” ujar dia ketika dihubungi pada Senin (9/2).
Awal Mula KejadianInsiden ini bermula saat Darwin menegur Dodo yang sedang bermain drum. Suaranya bising terdengar sampai ke rumahnya.
Korban mengaku sudah beberapa kali mengingatkan Dodo yang berjanji akan memasang peredam suara, namun suara bising drum tetap berlanjut.
Karena sering mendatangi Dodo untuk menegur, cekcok mulut pun terjadi antara keduanya. Tak lama kemudian, orang tua Dodo datang menggunakan satu unit mobil lalu menabrak Darwin hingga terjatuh.
Saat Darwin berusaha bangkit, Dodo diduga memiting Darwin, sementara orang tua Dodo menendangnya. Selain itu, Darwin mengaku dipukul Dodo.
Saling LaporKasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menjelaskan, kasus tersebut masih diselidiki polisi.
Polisi saat ini sedang mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan saksi untuk mendalami peristiwa tersebut.
“Iya, udah berjalan sesuai penyelidikan aja, kita ngumpulin barang bukti, alat bukti, keterangan saksi juga. Ya, nanti kita akan langkah-langkah upaya-upaya sesuai dengan aturan yang berlaku sih,” ujar Arfan saat dihubungi, Rabu (11/2).
Terkait kronologi kejadian, Arfan menyebut pihaknya berpedoman pada laporan yang telah diterima dari masing-masing pihak. Ia menegaskan, baik pelapor maupun terlapor sama-sama membuat laporan polisi.
“Ya, kronologinya seperti yang dilaporkan aja mungkin udah monitor. Ada lapor polisi masing-masing dari pelapornya Darwin maupun si Agian (Dodo, red.) juga saling lapor, gitu lho. Tapi kan kita sesuai dengan aturan tidak boleh menolak laporan masyarakat,” jelasnya.
Pelaku Diminta Ditindak TegasKetua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turut merespons soal kasus ini. Ia meminta pelaku ditindak tegas.
"Saya pikir perlakuan terhadap beliau [korban] ini sudah sangat-sangat keterlaluan. Saya minta kepada saudara Kapolres Jakarta Barat untuk menindak tegas pelakunya," kata Habiburokhman dalam keterangannya, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu (11/2).
Ia menyatakan, tak ada toleransi bagi pihak-pihak yang bersikap arogan melakukan tindak pidana seenaknya dan mengintimidasi orang lain.
"Kita berempati kepada Pak Darwin, kita minta keadilan untuk Pak Darwin, pelakunya agak ditindak tegas," tegasnya.





