Gubernur Jateng Ingatkan Tak Boleh Ada Permainan Harga Pangan Jelang Lebaran

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyoroti perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan jelang momen Ramadan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah pada Rabu (11/2/2026).

Dalam agenda tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan penekanan khusus pada upaya pengendalian harga pangan. Luthfi meminta agar distribusi pangan dapat disalurkan secara optimal hingga ke tangan konsumen.

"Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus hadir," ujar Luthfi.

Alur distribusi tersebut menjadi penting menyusul tren historis bahwa kebutuhan masyarakat akan mengalami peningkatan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Beberapa komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras, hingga minyak goreng perlu diawasi untuk mencegah kelangkaan ataupun lonjakan harga yang signifikan.

Baca Juga

  • Jateng Optimistis Penuhi Kebutuhan Pangan di Tengah Penurunan Produktivitas
  • Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah (Jateng) Lampaui Capaian Nasional pada 2025
  • Bank Jateng Purwokerto dan Surakarta Bagikan Hadiah Undian Bima

"Kebutuhan masyarakat meningkat, maka kenaikan harga juga meningkat. Itu harus dikendalikan oleh para bupati dan wali kota di wilayah masing-masing,” ujar Luthfi.

Salah satu upaya pengendalian harga pangan jelang momen tahunan tersebut adalah dengan memasang papan pantau harga komoditas di pasar-pasar besar.

Informasi tersebut juga mesti diperbarui secara berkala, agar masyarakat dapat ikut memantau perkembangan harga secara langsung. Di sisi lain, daerah sentra produksi pangan juga mesti mendapat perhatian.

"Jangan sampai daerah sentra malah kekurangan. Distribusi harus dikawal," ujar Luthfi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan inflasi Jawa Tengah pada Januari 2026 tercatat 2,83% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan deflasi 0,35% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Nugroho mengingatkan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri perlu diantisipasi lantaran berpotensi mengerek kenaikan harga volatile food.

"Secara historis, komoditas seperti beras dan aneka cabai sering menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan dan Idulfitri. Karena itu penguatan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares memastikan bahwa panen raya beras masih akan terjadi di tengah periode Ramadan.

"Panen ada, kemungkinan nanti akan panen secara bersamaan itu misalnya seperti Sragen. Kemudian beberapa daerah lain yang sebelumnya mereka sudah tanam, tinggal panen saja," ungkap Frans, sapaan akrabnya.

Dengan luasan ribuan hektare, panen raya di Kabupaten Sragen diyakini mampu memenuhi kebutuhan beras di Jawa Tengah selama Ramadan hingga Idulfitri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Remaja di Paiton Tewas Terlindas Truk Gandeng saat Salip Kendaraan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemprov Kalteng Tingkatkan Kolaborasi untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif Lokal
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
149 Pasar Rakyat Kembali Beroperasi Pascabencana Sumatra
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI AU Uji Coba Pendaratan F-16 dan Super Tucano di Jalan Tol di Lampung
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Pemulangan WNI Kamboja Uji Prinsip Hukum
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.