Grid.ID - Nama pendaki Yazid Ahmad Firdaus yang hilang di bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah sempat menyita perhatian publik. Relawan yang turut mencari keberadaanya juga mengungkap alasan mengapa korban bisa terpisah dari rekan-rekannya.
Ya, kuat dugaan, hal itu karena Yazid Ahmad Firdaus ingin memberikan kejutan untuk teman-temannya. Sebelumnya, Yazid diketahui mendaki bersama tiga orang rekannya sekitar pukul 06.30 WIB dan sempat mencapai puncak sebelum memutuskan untuk turun.
Namun tatkala masih dalam perjalanan turun, rombongan sempat terpisah di sekitaran Pos 3. Rekan Yazid yang lainnya berhasil sampai ke basecamp dengan selamat. Sedangkan Yazid tak kunjung datang meski sudah ditunggu hingga sore hari.
Ketiga rekan Yazid Ahmad Firdaus juga sudah berusaha untuk melakukan upaya pencarian korban secara mandiri namun tak membuahkan hasil. Sampai pada akhirnya rekan-rekan korban langsung melaporkan hal itu ke petugas basecamp dan diteruskan kepada pihak berwenang.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dimulai pada Senin 19 Januari 2026, yang melibatkan Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan di hampir seluruh kawasan Bukit Mongkrang.
Dilansir dari Kompas.com, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dimulai pada Senin 19 Januari 2026, yang melibatkan Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan di hampir seluruh kawasan Bukit Mongkrang.
Kendati demikian, sampai hari ke-13 pencarian, Yazid Ahmad Firdaus tak kunjung ditemukan. Operasi SAR juga resmi ditutup pada 31 Januari 2026. Meski begitu, upaya pencarian secara mandiri oleh relawan terus dilakukan hingga akhirnya membuahkan hasil pada (10/2/2026).
Ya, usai 23 hari dinyatakan hilang, Yazid Ahmad Firdaus akhirnya ditemukan. Namun sayangnya, Yazid Ahmad Firdaus ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
Sementara itu, anggota relawan Wanadri Bandung, Sugiarto yang juga turut dalam tim pencarian menjelaskan bahwa total orang yang terlibat dalam penemuan tersebut, tujuh dari Wanadri dan dua dari SAR Surabaya.
Wanadri adalah sebuah organisasi pecinta alam dan pendakian, yang kerap terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) bagi pendaki atau warga hilang di alam terbuka.
"Kita ada 9 orang, 7 dari Wanadri, 2 SAR Surabaya," kata Sugiarto dikutip GRID.ID dari TribunSolo.com, Kamis (12/2/2026).
Pada kesempatan itu, Sugiarto dan tim sempat mengurai perjalanan pencarian Yazid Ahmad Firdaus dengan menyisir aliran sungai yang dilalui pipa-pipa air milik warga. Dan usai 54 menit berjalan, salah seorang dari tim mulai mencium aroma busuk.
"Selepas 54 menit berjalan, orang paling depan mencium bau busuk," ujar Sugiarto.
Hingga tak lama kemudian, jasad Yazid Ahmad Firdaus ditemukan sekitar satu meter di depan personel pertama yang menyusuri sungai. Korban ditemukan di pinggir sungai, tertutup pohon pisang dan rimbunan pepohonan.
Berdasarkan analisis teorinya, Sugiarto menduga Yazid sempat keluar jalur pendakian untuk mencari jalan pintas agar bisa sampai terlebih dahulu ke basecamp. Ya, korban diduga sengaja ingin memberi kejutan ke rekan-rekannya.
"Kemungkinan korban ingin memberi kejutan kepada teman-temannya dengan mencari jalan pintas dan sampai lebih dulu di basecamp dibanding teman yang ada di depan," beber Sugiarto.
Namun nahas, saat mencoba mencari jalan pintas dan menemukan pipa, Yazid Ahmad Firdaus yang mencoba mengikuti pipa malah menemukan jalan buntu. Alhasil korban diduga menerobos area tersebut hingga tersesat.
"Dia ikuti jalan itu, sampai menemukan jalan buntu," imbuh Sugiarto.
Setelahnya, Yazid Ahmad Firdaus kemungkinan jatuh ke sungai sembari memegang pohon pisang untuk bertumpu. Namun siapa sangka, pohon tersebut tak bisa menahan badan korban dan membuatnya jatuh ke dalam sungai.
"Ada dugaan saat ia terjatuh, ia sempat memegang pohon pisang. Namun sayang, pohon tak kuat dan justru ikut terjatuh ke dalam sungai," tandas Sugiarto.
Besar kemungkinan, korban diduga tertahan oleh banyak pohon dan bebatuan di sekitar lokasi, sehingga jasadnya tidak hanyut meskipun musim hujan masih berlangsung dan debit air meningkat. (*)
Artikel Asli




