IHH Healthcare Malaysia membidik Indonesia sebagai pasar utama pasien internasional dengan menawarkan layanan kesehatan terintegrasi sekaligus konsep wisata medis.
Grup ini mengelola 10 rumah sakit bertaraf internasional di berbagai wilayah Malaysia, mulai dari Kuala Lumpur, Penang, Johor, Melaka hingga Sabah dan Sarawak.
Head of Marketing IHH Healthcare Malaysia, Khairul Annuar Yusof, mengatakan Indonesia menjadi fokus karena kedekatan jarak dan karakter pasien yang aktif mencari second opinion.
“Kita melihat adanya kesamaan sebagai warga serumpun, jaraknya juga dekat. Dan rata-rata warga Indonesia suka mendapatkan second opinion,” kata Khairul kepada awak media, mewakili CEO Dr. Kamal Amzan di Jakarta pada Rabu (11/2).
Ia menjelaskan, jaringan rumah sakit IHH di Malaysia seperti Gleneagles, Pantai Hospital, hingga Island Hospital telah dilengkapi fasilitas khusus pasien internasional, termasuk International Patient Lounge serta layanan pendampingan sejak sebelum keberangkatan dari Indonesia.
“Kami tidak datang untuk bersaing atau meremehkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tetapi pelayanan kami di Malaysia sudah komprehensif, bersifat one stop center,” jelasnya.
Kasus Jantung hingga MCU
Menurut Khairul, pasien Indonesia paling banyak datang untuk kasus jantung, kanker, ortopedi, gangguan pencernaan, serta layanan obgyn termasuk program kehamilan.
Ia menyoroti pentingnya kecepatan penanganan, terutama untuk penyakit kritis seperti kanker yang membutuhkan fasilitas seperti PET-CT scan.
“Kalau terlibat dengan perawatan kanker, waktu sangat penting. Kadang-kadang pasien tidak mampu lagi untuk menunggu, jadi dipilihnya Malaysia sebagai second choice and alternative,” jelasnya.
Menariknya, terjadi pergeseran usia pasien dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya mayoritas pasien berusia di atas 50 tahun dan datang saat penyakit sudah cukup serius, kini semakin banyak usia 30–40 tahun yang datang untuk medical check up (MCU) atau deteksi dini.
“Sekarang warga Indonesia sudah lebih sadar akan kesehatan. Mereka datang lebih awal untuk deteksi awal. Karena deteksi awal itu recovery-nya lebih cepat dan lebih baik,” ungkap Khairul.
Berobat Sambil Berwisata
Selain layanan medis, faktor kenyamanan dan destinasi wisata turut menjadi pertimbangan. Penang dan Kuala Lumpur, misalnya, tak hanya dikenal sebagai pusat layanan kesehatan internasional, melainkan juga tujuan wisata favorit warga Indonesia.
“Di Penang itu ramai warga Indonesia datang buat medical check up sambil berjalan-jalan. Siangnya ambil darah, malamnya makan durian,” ujar Khairul.
Ia juga menyoroti faktor aksesibilitas. Selain jarak yang relatif dekat dari Indonesia, sejumlah rumah sakit IHH berada di kawasan strategis yang dekat dengan hotel dan pusat kota, sehingga memudahkan pasien dan keluarga selama masa perawatan.
IHH sendiri telah membuka kantor perwakilan dan kios informasi di Batam, Jakarta, Surabaya, dan Medan untuk memudahkan masyarakat Indonesia berkonsultasi terkait dokter spesialis, estimasi biaya, hingga pengaturan perjalanan medis.





