Protes Reformasi Ketenagakerjaan Argentina Berujung Bentrok

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Buenos Aires

Ribuan demonstran turun ke jalan di Buenos Aires menolak kebijakan pengetatan hak buruh yang diusulkan Presiden Javier Milei.

Ibu kota Argentina, Buenos Aires, berubah menjadi medan ketegangan pada Rabu waktu setempat saat ribuan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. 

Eskalasi massa dipicu oleh penolakan keras terhadap paket reformasi ketenagakerjaan yang tengah digodok oleh pihak Senat.

Aksi yang diinisiasi oleh berbagai serikat pekerja ini bertujuan untuk menentang kebijakan Presiden Javier Milei yang dinilai akan membatasi hak mogok kerja dan memangkas berbagai tunjangan karyawan.

Eskalasi di Jantung Ibu Kota

Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh di pusat kota. Pasukan keamanan mengerahkan meriam air (water cannon), peluru karet, hingga gas air mata untuk membubarkan kerumunan. 

Di sisi lain, sejumlah pengunjuk rasa membalas dengan melempar bom molotov, batu, dan botol ke arah barikade polisi.

Konfederasi Umum Tenaga Kerja (CGT), koalisi serikat buruh utama yang mengorganisir aksi tersebut, memberikan pernyataan tegas bahwa reformasi ini merupakan ancaman langsung bagi kesejahteraan kelas pekerja.

"Ini bukan modernisasi. Ini adalah bentuk penghematan paksa yang dibebankan di pundak para pekerja," tulis pernyataan resmi CGT.

Visi Pasar Bebas vs Hak Pekerja

Presiden Javier Milei, yang dikenal dengan haluan libertarian, berargumen bahwa perubahan regulasi sangat krusial untuk menciptakan ekosistem pasar bebas dan menarik investasi asing. Reformasi ini mencakup poin-poin kontroversial, seperti:

•    Mempermudah prosedur pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi perusahaan.

•    Pengurangan uang pesangon.

•    Pembatasan peran serikat buruh dalam proses tawar-menawar kolektif.

Senator Patricia Bullrich, mantan menteri keamanan yang kini berada di kubu pemerintah, mendukung penuh langkah ini. 

Menurutnya, pasar tenaga kerja Argentina saat ini berada dalam kondisi yang tidak seimbang dan terlalu terbebani oleh proses hukum yang berbelit-belit.

Latar Belakang Krisis

Kemenangan Milei pada pemilu 2023 dipicu oleh kemarahan publik terhadap inflasi yang meroket dan stagnasi ekonomi di bawah pemerintahan Peronis sebelumnya. Dengan simbol ikonik "gergaji mesin", Milei menjanjikan pemangkasan belanja publik secara drastis.

Namun, langkah-langkah penghematan (austerity) yang diambil pemerintahannya kini menghadapi tantangan besar di lapangan. 

Para kritikus memperingatkan bahwa kebijakan ini justru berisiko memperparah angka kemiskinan di lapisan masyarakat terbawah Argentina, di tengah upaya ambisius pemerintah untuk menstabilkan ekonomi nasional.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Anjlok di Sesi I, Turun 0,38% ke 8.259
• 35 menit lalukumparan.com
thumb
BEI Sebut Sudah Komunikasi Intens dengan MSCI Sebelum Gejolak Pasar Saham
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Detik-Detik Pesawat Smart Air Diserang di Papua Tewaskan Pilot dan Kopilot, 12 Penumpang Berlarian ke Hutan
• 19 jam laludisway.id
thumb
Ramadhan dan Idul Fitri Momen Paling Menantang
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Terbongkar dari Orang Terdekat! Sopir Lina Jubaedah Bongkar Kebohongan Teddy Pardiyana
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.