BEKASI, KOMPAS.com — Bayi laki-laki yang ditemukan dalam kondisi baru dilahirkan dan ditinggalkan di sebuah kamar apartemen di Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dinyatakan meninggal pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Bayi tersebut sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di RSUD Kota Bekasi.
Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris Dedi Herdiana mengatakan, informasi meninggalnya bayi diterima pihak kepolisian dari rumah sakit pada Rabu pagi.
"Tadi masuk informasi sekitar jam 10.00-an daripada pihak rumah sakit menyatakan bahwa kondisi bayi hari ini dalam keadaan meninggal dunia," ujar Dedi saat konferensi pers di Mapolsek Bekasi Selatan, Rabu.
Baca juga: Sejoli yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Sudah Pacaran 2 Tahun
Menurut Dedi, berdasarkan keterangan medis, bayi tersebut lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan sekitar delapan bulan dan tidak segera mendapatkan penanganan tenaga kesehatan usai dilahirkan.
"Harusnya memang pada saat itu langsung ditangani sama pihak kesehatan ya. Tapi ada beberapa jam setelah kejadian ini tidak langsung ditangani. Dan menurut petugas rumah sakit bayi tersebut masih dalam keadaan prematur. Sekitar usia 8 bulan," kata Dedi.
Persalinan di kamar ApartemenDalam kasus ini, polisi telah menetapkan sepasang kekasih berinisial NMP (24) dan ROM (22) sebagai tersangka penelantaran bayi. Keduanya diketahui telah menjalin hubungan selama hampir dua tahun.
"Mereka sudah pacaran hampir dua tahun. Dan mereka melakukan hubungan gelap dengan statusnya yang juga belum suami istri," ujar Dedi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasangan tersebut awalnya hanya berniat menyewa kamar apartemen untuk bermalam dan tidak menduga persalinan akan terjadi pada malam itu.
"Dari hasil pendalaman kami terhadap dua pelaku, memang pelaku ini dia awalnya hanya menyewa apartemen tersebut untuk check-in, tidak menduga bahwa anak tersebut akan lahir," ujar Dedi.
Pasangan itu diketahui check-in sebelum pukul 23.00 WIB. Sekitar pukul 00.00 WIB, ROM terbangun setelah mendengar NMP mengeluh sakit perut. Kondisi NMP semakin memburuk sekitar pukul 02.00 WIB hingga bolak-balik ke kamar mandi.
Baca juga: Bayi yang Ditinggalkan Sejoli di Apartemen Bekasi Meninggal
"Saat posisi setengah jongkok dan akan berdiri di atas kloset, ketubannya pecah," ungkap Dedi.
Dalam kondisi panik, persalinan akhirnya terjadi di kamar mandi apartemen.
"Saat NMP dalam kondisi setengah jongkok, anak tersebut keluar dan NMP berusaha menadahkan tangannya agar anak tersebut bisa keluar," ujar Dedi.
Setelah bayi lahir, ROM panik melihat banyaknya darah. Atas permintaan NMP, ia mencari informasi melalui internet terkait proses persalinan dan cara memotong tali pusar. Sekitar pukul 04.00 WIB, ROM membeli gunting di swalayan terdekat.





