Jakarta, tvOnenews.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore.
Adapun pemeriksaan Jokowi di Polresta Solo ini terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Lima orang yang diperiksa, yakni inisial RS, ES, RS, T dan K.
Mendampingi Jokowi, Yakub Hasibuan selaku Kuasa Hukum Jokowi mengatakan sebagai warga negara yang baik kliennya memenuhi panggilan ini.
“Pak Jokowi sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan dari para penyidik sehubungan dengan laporan polisi yang kita ajukan pada Polda Metro Jaya," ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Memasuki ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.55 WIB, Jokowi akhirnya keluar sekitar pukul 18.50 WIB. Dia diperiksa sekitar 2,5 jam.
Usai diperiksa, Jokowi menyebut pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan tambahan.
"Ada pemeriksaan tambahan. Untuk keterangan dan penjelasan biar dari kuasa hukum, biar menjelaskan secara rinci," ungkap Jokowi.
Mewakili Jokowi, Yakub mengatakan ada 10 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada kliennya.
Salah satunya adalah terkait perkuliahan Jokowi di UGM hingga akur skripsi.
"Contohnya mengenai pada saat pembuatan skripsi dulu. Pak Jokowi menjelaskan juga alurnya seperti apa. Itu akan digunakan para penyidik untuk nantinya dilimpahkan ke Kejaksaan," terang Yakup
"Prosesnya kebanyakan mengenai proses perkuliahan Pak Jokowi ketika di UGM. Sementara ini hanya pendalaman-pendalaman dari pertanyaan yang sudah diberikan sebelumnya," sambungnya.
Yakub mengatakan pihaknya tidak memberikan bukti tambahan. Apabila penyidik memerlukan bukti tambahan, kata dia, hal itu merupakan kewenangan penyidik.
"Dari kami tidak ada. Tentunya itu wewenang penuh dari penyidik untuk mengumpulkan alat-alat bukti yang dirasa perlu. Bisa saja ada barang bukti lainnya karena minggu ini para penyidik masih berada di Solo dan Yogyakarta. Jadi masih mungkin saja ada barang bukti tambahan. Tentu itu wewenang penyidik, bukan kami," ungkapnya.
Yakub menyebut bukan hanya Jokowi saja yang diperiksa, tapi juga sejumlah saksi yang ada di Solo dan Yogyakarta.
Meski begitu, dia mengaku tidak mengetahui siapa saja sejumlah saksi yang diperiksa. (nsi)



