Jakarta, tvOnenews.com - Perwakilan Malaysia di Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyebut bahwa keputusan terbaru Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terhadap hukuman FIFA adalah perkembangan positif untuk Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). CAS untuk sementara menangguhkan hukuman FIFA.
Pada September 2025 lalu, FIFA telah resmi menjatuhkan hukuman kepada sepak bola Malaysia. Ini merupakan imbas dari kasus naturalisasi tujuh pemain secara ilegal.
Mereka adalah Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero. FIFA telah menjatuhkan hukuman untuk melarang ketujuhnya beraktivitas di kancah sepak bola selama setahun.
Tak hanya itu, FAM juga mendapatkan hukuman denda bersama ketujuh pemain. Selain itu, sejumlah laga uji coba di jendela internasional FIFA telah dibatalkan, dengan Malaysia dinyatakan kalah WO.
Masih ada potensi hukuman lanjutan yang berkaitan dengan AFC. Sebab, Malaysia menggunakan sejumlah pemain ilegal tersebut dalam dua laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam pada bulan Maret dan Juni tahun lalu.
Namun, FAM memutuskan untuk membawa kasus ini ke CAS. Pada bulan Januari lalu, CAS memutuskan untuk hukuman untuk ketujuh pemain ditangguhkan untuk sementara.
Hal ini karena putusan dari CAS belum keluar dan bahwa para pemain masih dalam penyelidikan. Namun demikian, FIFA bersikeras menyatakan bahwa mereka punya bukti kuat bahwa proses naturalisasi ketujuh pemain itu adalah ilegal.
- AFC
Walau demikian, wakil Malaysia di AFC, Datuk Seri Windsor John, menyatakan bahwa ini adalah perkembangan yang positif untuk FAM. Sebab, penangguhan hukuman adalah hal yang langka.
Dalam semua kasus yang melibatkan AFC di CAS, siapa pun yang meminta penangguhan eksekusi selalu dibantah. CAS tidak pernah mengizinkannya,” kata Windsor kepada media Malaysia Bharian.
“Masukan dari pengacara yang bekerja dengan CAS juga menganggap ini sebagai sebuah pertanda positif untuk para pemain,” tambah pria yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) di AFC tersebut.
Terlepas dari adanya pertanda positif ini, para petinggi FAM tampaknya tidak melihatnya demikian. Pada akhir Januari lalu, seluruh anggota Komite Eksekutif FAM telah mengundurkan diri secara bersama-sama.




