BEKASI, KOMPAS.com — Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) melaporkan status tinggi muka air (TMA) di sejumlah titik hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas hingga pertemuan kedua sungai di P2C telah kembali ke kondisi normal pada Kamis (12/2/2026) pukul 07.00 WIB.
Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bekasi untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, mengingat hujan masih terjadi di wilayah hulu.
"Dalam hal ini kami sudah memberikan informasi perkembangan TMA yang telah disebarluaskan kepada camat, lurah, serta warga melalui media sosial dan kanal komunikasi resmi sebagai langkah antisipasi," ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi Idham Khalid, saat dikonfirmasi, Kamis.
Baca juga: Tinggi Muka Air Kali Bekasi Sempat Capai 640 Cm, Kini Kembali Normal
Ia menambahkan, masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan darurat 112.
Meski kondisi terkini menunjukkan tren penurunan dan status TMA telah kembali normal, warga di sepanjang aliran Kali Bekasi tetap diminta memantau perkembangan ketinggian air, khususnya saat curah hujan masih berlangsung di wilayah hulu.
Sebelumnya, TMA di beberapa titik sempat melonjak signifikan dalam kurun waktu singkat.
Berdasarkan data KP2C, di titik Pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) dengan batas normal 350 sentimeter, TMA tercatat mencapai 600 sentimeter pada pukul 24.00 WIB dalam kondisi cuaca mendung.
Ketinggian air kemudian berangsur turun menjadi 580 sentimeter pada pukul 00.15 WIB, 560 sentimeter pada pukul 00.30 WIB, dan 450 sentimeter pada pukul 02.00 WIB.
Penurunan berlanjut menjadi 430 sentimeter pada pukul 02.30 WIB dan 400 sentimeter pada pukul 03.00 WIB. Pada pukul 07.00 WIB, TMA tercatat 290 sentimeter dengan kondisi mendung tipis atau sudah berada di bawah ambang batas normal.
Di Hulu Cikeas dengan batas normal 200 sentimeter, kenaikan TMA juga terjadi sejak tengah malam. Ketinggian air tercatat 280 sentimeter pada pukul 24.00 WIB dan terus meningkat hingga mencapai 370 sentimeter pada pukul 01.15 WIB dan 01.30 WIB.
Setelah itu, TMA berangsur turun menjadi 350 sentimeter pada pukul 02.00 WIB, 320 sentimeter pada pukul 02.30 WIB, hingga 150 sentimeter pada pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Rumah Rusak Digerus Longsor, Warga Bantaran Kali Bekasi Desak Tanggul Permanen
Sementara itu, di Hulu Cileungsi dengan batas normal 100 sentimeter, TMA tercatat 100 sentimeter pada pukul 24.00 WIB.
Ketinggian air kemudian turun menjadi 90 sentimeter sejak pukul 00.15 WIB hingga 02.30 WIB, lalu kembali menurun menjadi 80 sentimeter pada pukul 03.00 WIB dan 40 sentimeter pada pukul 07.00 WIB.
KP2C juga memperkirakan waktu tempuh air dari wilayah hulu menuju wilayah hilir. Air dari Cikeas diperkirakan tiba di Bojongkulur dan Jatiasih dalam waktu dua hingga tiga jam, sedangkan aliran dari Cileungsi membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam.
Menanggapi kondisi tersebut, Idham Khalid mengatakan, BPBD sempat membunyikan sejumlah sirine peringatan banjir sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir kiriman dari wilayah hulu.



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F03%2F04%2F01c8e298-bae6-45a7-83b4-f37c803300c5_jpg.jpg)

