Heineken Akan PHK 6.000 Karyawannya karena Makin Sedikit Orang yang Minum Bir

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Heineken akan memangkas hingga 6 ribu karyawan atau hampir 7 persen tenaga kerjanya secara global selama dua tahun ke depan. Langkah ini diambil karena Heineken tengah menghadapi penurunan permintaan bir.

Perusahaan yang memproduksi Heineken, Amstel and Tiger, mengatakan mereka yang di-PHK akan berasal dari sektor pembuatan bir dan posisi kerah putih. Total ada 87 ribu karyawan Heineken di seluruh dunia. Perusahaan mengatakan tengah menghadapi kondisi pasar yang menantang.

"Kami benar-benar melakukan ini untuk memperkuat operasi kami dan untuk dapat berinvestasi dalam pertumbuhan," kata kepala keuangan Heineken, Harold van den Broek, kepada wartawan usai perusahaan merilis hasil tahunannya, dikutip dari The Guardian, Kamis (12/2).

Ia mengatakan, beberapa pekerjaan akan hilang di Eropa serta di pasar lain. Ia juga mengatakan sejumlah pemangkasan akan berasal dari langkah-langkah yang telah diumumkan sebelumnya yang mempengaruhi jaringan pasok Heineken, kantor pusat, dan divisi bisnis regional.

PHK ini dilakukan hanya sebulan setelah pengunduran diri kepala eksekutif Dolf van den Brink yang mengejutkan pada Januari lalu setelah 6 tahun menjabat.

Van den Brink yang akan mundur pada Mei mendatang telah berada dalam tekanan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas Heineken dengan sumber daya yang lebih sedikit, setelah investor menuduh perusahaan menjadi kurang efisien.

Heineken mengatakan PHK bertujuan untuk mempercepat produktivitas dalam skala besar untuk membuka penghematan yang signifikan.

Perusahaan memperkirakan pertumbuhan laba yang lebih lambat antara 2 persen dan 6 persen tahun ini, dibandingkan dengan pertumbuhan 4 hingga 8 persen yang diprediksi pada 2025.

Tahun lalu, Heineken melaporkan penurunan volume bir sebesar 1,2 persen dibandingkan pada 2024. Heineken dan rivalnya tengah berjuang melawan penurunan penjualan bir, utamanya di Eropa dan Amerika Utara.

Penurunan penjualan bir disebabkan oleh sejumlah faktor: kondisi keuangan rumah tangga yang tertekan, masyarakat yang mulai mengurangi konsumsi alkohol karena pertimbangan kesehatan, dan berubahnya pola makan dan gaya hidup sambil mengonsumsi obat penurun berat badan seperti Mounjaro dan Wegovy.

Di sisi lain, saham Heineken naik hingga 4 persen di Amsterdam, membawanya ke level tertinggi dalam lebih dari 6 bulan.

"Investor Heineken menyambut baik panduan pengurangan karyawan, mendorong harga saham naik karena berita bahwa lebih banyak biaya yang akan dikurangi dari bisnis," kata direktur investasi di perusahaan pialang AJ Bell, Russ Mould.

"Siapa pun yang menjadi CEO baru Heineken akan menduduki posisi puncak dengan banyak keputusan sulit yang telah dibuat. Tidak ada berita tentang siapa yang akan menggantikan Dolf van den Brink ketika dia meninggalkan posisinya pada Mei, tapi tekanan ada untuk segera menemukan pemimpin baru, dan seseorang yang dapat memberikan nafas baru bagi raksasa bir ini semakin besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hashim Tegur BEI dan OJK: Pemerintah Awasi Anda dengan Ketat!
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BAM DPR Mediasi Lahan 39 Hektar untuk Bendungan Jenelata
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Habib Bahar Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Banser
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Perpres 4/2026 Resmi Diteken Prabowo, Sawah di 8 Provinsi Ini Dilarang Alih Fungsi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
DPR Sebut Pemerintah Biang Mahal Harga Penerbangan 
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.