JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan pengecekan sejumlah kios daging di Pasar Kramat Jati menjelang Ramadan dan Imlek 2026.
Pemeriksaan dilakukan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur dengan mengecek kualitas daging secara kasatmata (organoleptik).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada daging berkualitas buruk yang beredar di masyarakat saat kebutuhan meningkat.
"Hari ini kami melakukan pengawasan terhadap komunitas peternakan untuk daging sapi, daging babi, dan telur dalam rangka menyambut Imlek dan Ramadhan ya, menjelang puasa," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita, di Pasar Kramat Jati, Kamis (12/2/2026).
Ellita menjelaskan, pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan melihat bau, warna, dan tekstur daging. Selain itu, petugas juga memberikan pembinaan kepada pedagang terkait sanitasi dan higiene.
Berdasarkan hasil pengecekan, kualitas daging yang dijual di Pasar Kramat Jati dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
"Untuk di pasar ini aman, tadi dari sisi organoleptik dan kami melakukan pembinaan untuk mempertahan kebersihan dan menggunakan sarana pendingin untuk lalu lintasnya," tutur Ellita.
Di sisi lain, Ellita mengungkapkan adanya kenaikan harga daging sapi menjelang Ramadan. Harga yang sebelumnya berkisar Rp 130.000 per kilogram, kini naik
"Ada kenaikan sekitar sepuluh ribu . Harganya di antara Rp140.000 dan Rp150.000, biasanya antara Rp130.000 dan Rp140.000," ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan stok daging masih tersedia. Menurutnya, pedagang hanya sebagai penerima pasokan sehingga tidak mengetahui secara rinci mekanisme penetapan harga di tingkat rumah potong hewan (RPH).
"Kalau stok sih ada, cuman mereka juga tidak paham, artinya kan mereka penerima ya, jadi harga di tingkat RPH-nya sih sebenarnya kalau dari wawancara tadi sudah pada titik standar yang ditetapkan, jadi standar tertinggi," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang