Miris!, Warga Satu Dukuh di Jambon Ponorogo Terisolasi 20 Tahun Akibat Tak Ada Jembatan

realita.co
7 jam lalu
Cover Berita

PONOROGO (Realita)- Nasib miris dialami belasan warga Dukuh Karangsengon Rt 01 Rw 01 Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon. Bagaimana tidak, akibat tidak adanya jembatan, sejak 20 tahun lamanya warga setempat terisolasi sungai.

Warga setempat Soiman mengatakan, sedikitnya ada 15 jiwa yang mendiami 6 rumah di lingkungan ini yang hingga kini kesulitan akses jalan. Bagaimana tidak, pasca hanyutnya jembatan sesek bambu yang dibangun swadaya warga pada 2006 lalu, 6 KK yang mendiami Dukuh Karangsono ini terpaksa harus menyebrangi sungai Bandut yang berarus deras untuk beraktivitas. 

Baca juga: Hujan Deras, Jembatan Penghubung Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro Ambruk

“ Satu-satunya jalan ya ini menyeberangi sungai ini. Kalau banjir ya gak bisa kemana-mana karena arusnya deras dan dalam. Bahkan kalau pas banjir ya makan seadanya wong gak bisa keluar kemana-mana,”ujarnya, Kamis (12/02/2026). 

Soiman mengaku, di lingkungan ini juga terdapat anak usia sekolah. Dimana bila banjir datang, anak-anak pun terpaksa diliburkan. Bahkan ia mengaku pernah meliburkan anaknya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) hingga 4 hari lantaran banjir sungai Bandut tak kunjung surut. 

“ Disini ada 5 anak yang sekolah. 2 itu TK, SD itu ada 2 dan 1 itu SMA. Kalau banjir yang terpaksa libur. Berangkat dan pulang sekolah ya nyebrang sungai ini. Awal tahun 2026 sampai sekarang juga sudah 2 kali libur karena sungainya banjir,” akunya. 

Baca juga: Diterjang Banjir Bandang, Jembatan di Ponorogo Putus

Warga lainnya Katijem mengungkapkan, dahulu ada 16 rumah disini, namun akibat sulitnya akses jalan, sebagian besar warga memilih pindah ke tempat lain, dan hanya tersisa 6 rumah saja saat ini. Ia mengaku pernah terjatuh berkali-kali akibat menuruni jalan ke rumahnya itu akibat licin saat hujan. 

“ Sering jatuh, kemarin juga jatuh ya gara-gara turun terus jalannya licin. Ada jalan lain tapi jauh muter 3 kilometer lewat tengah kuburan dan itu jalan setapak,” ungkap lansia perempuan ini. 

Baca juga: Jembatan Putus, Warga Terisolasi Usung Keranda Jenazah Seberangi Sungai

Katijem mengaku telah berkali-kali warga setempat melaporkan ke pihak desa perihal kondisi 15 warga Karangsengon yang kesulitan akses jalan ke pemerintah namun hingga kini tidak ada tanggapan. 

“ Harapannya bisa dibangunkan jembatan biar gak kayak gini terus, mau kemana-mana sulit,” harapnya.znl

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko PMK Pratikno Mengusulkan Satu Komando Nasional SAR Saat Keadaan Darurat untuk Percepat Penyelamatan Korban
• 7 jam lalupantau.com
thumb
DPR Dorong Kemandirian Industri Pertahanan: Penting dan Perlu!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Hasil Liga Inggris: Manchester City Sukses Tempel Ketat Arsenal di Puncak Klasemen
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Sidang Dugaan Korupsi Plaza Klaten, Kuasa Hukum Klaim Tak Ada Kerugian Negara Justru Pendapatan Daerah Naik!
• 14 jam lalucumicumi.com
thumb
Saham ASII dan UNTR Menguat usai Prabowo Buka Ruang Evaluasi Tambang Martabe
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.