Jangan Asal Pilih Menu Buka Puasa saat Ramadan! Pakar Kesehatan Ingatkan Bahaya Makanan Ini untuk Lambung dan Gigi

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Umat Islam akan menjalani ibadah puasa Ramadan 2026 dengan menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Karena itu, pemilihan menu saat berbuka puasa menjadi hal yang sangat penting agar tubuh tetap sehat dan ibadah berjalan lancar.

Dosen Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, mengingatkan pentingnya memilih makanan yang ramah bagi pencernaan saat berbuka.

“Penting memilih makanan yang sehat dan baik bagi pencernaan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Sebab, tubuh tidak menerima makanan selama sekitar 13 jam lebih saat puasa,” ujar Toto yang dikutip dari Kompas.com, Sabu (8/2/2024).

Menurut Toto, sebenarnya tidak ada pantangan mutlak saat berbuka. Namun, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif.

Ia menyebutkan makanan yang mengandung gas seperti nangka, kembang kol, brokoli, kubis, dan jamur dapat menyebabkan perut kembung dan begah. Minuman bersoda juga termasuk dalam kategori yang perlu dihindari.

Selain itu, makanan asam seperti jeruk, mangga muda, acar, pempek, yogurt, dan beri-berian berpotensi memicu iritasi lambung, terutama setelah perut kosong dalam waktu lama.

Makanan pedas juga sebaiknya tidak langsung dikonsumsi saat berbuka karena dapat mengiritasi lambung dan menimbulkan sensasi terbakar.

Toto juga mengingatkan agar tidak menjadikan makanan tinggi gula sebagai menu utama berbuka. Konsumsi gula berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah yang justru membuat tubuh terasa lemas. Ia juga menyarankan untuk membatasi makanan berlemak tinggi seperti gorengan karena lebih lama dicerna dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.

“Sebaiknya mengonsumsi makanan berkuah seperti sup, jangan semuanya berlemak. Itu untuk mendukung metabolisme tubuh,” kata Toto.

Tak hanya lambung, kesehatan gigi juga perlu diperhatikan saat berbuka puasa.

Dokter Gigi dari Dentabila Dental Clinic, drg. Ulin Muzdalifah, mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka.

 

Menurut drg. Ulin, kandungan gula pada makanan dan minuman manis dapat menjadi sumber energi bagi bakteri di dalam mulut. Bakteri tersebut kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

“Makanan dan minuman manis sebaiknya dihindari, baik saat berpuasa ataupun saat tidak berpuasa,” ujar drg. Ulin yang dikutip Tribunhealth, Selasa (2/4/2024).

Selain makanan manis, makanan bertekstur lengket juga perlu dihindari. Makanan jenis ini mudah menempel di permukaan gigi dan sulit dibersihkan, sehingga menjadi tempat berkembangnya bakteri.

“Hindari makanan dan minuman yang manis dan lengket. Minuman manis juga salah satu penyebab gigi berlubang dan sakit gigi,” tegasnya.

Untuk menjaga kesehatan gigi selama Ramadan, drg. Ulin menyarankan memperbanyak minum air putih serta rutin menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.

Dengan memperhatikan jenis makanan saat berbuka puasa, baik dari sisi pencernaan maupun kesehatan gigi, umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih nyaman dan terhindar dari gangguan kesehatan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telegram Rombak Tampilan Android dan iOS, Hadirkan Fitur Crafting Hadiah
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ramadan dan Tradisi Tawuran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Izinkan Taman-taman di Jakarta Diberi Nama Perusahaan Swasta
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menkes Ungkap Biaya Jantung, Stroke, Ginjal Jadi Beban Terberat BPJS
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sumber Global Energy (SGER) Bakal Kirim Batu Bara ke Bangladesh Rp1,2 Triliun
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.