Polisi telah menguasai kembali Bandara Koroway Batu, Papua Selatan, usai penembakan pesawat Smart Aviation oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan pengamanan bandara dilakukan untuk mencegah situasi tidak meluas. Dua korban tewas, Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro, yang merupakan pilot dan kopilot pesawat itu juga telah dievakuasi.
"Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami," kata Faizal dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo,menjelaskan pengamanan bandara dilakukan secara bersama TNI.
"Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif," jelas Yusuf.
Sebanyak 20 personel Operasi Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dibantu 12 prajurit Kopasgat TNI AU. Koordinasi dengan pihak TNI AD juga dilakukan dalam rangka pengamanan bandara.
Imbas kejadian tersebut, 39 warga sekitar bandara sempat mengungsi ke daerah Senggo karena ketakutan. Sementara ini, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Koroway Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman.
“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” jelas Yusuf.
Buru KKB Pimpinan Elkius KobakDi sisi lain, polisi juga masih memburu KKB yang diduga melakukan penembakan. KKB tersebut diduga berasal dari Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah pimpinan Elkius Kobak.
"Saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Aparat menegaskan bahwa negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat," jelas Yusuf.





