CEO Media Group: Indonesia Perlu Kerja Keras Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib mengatakan perjalanan menuju pusat ekonomi syariah dunia membutuhkan kerja keras kolektif.

Hal ini mencakup penguatan ekosistem melalui sinergi kebijakan, pengembangan talenta ahli di bidang syariah, percepatan digitalisasi keuangan, hingga peningkatan literasi masyarakat demi mewujudkan kemakmuran yang luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan laporan terbaru The State of Global Islamic Economic Indicator Report 2025, Indonesia sukses menempati peringkat ketiga dalam ekosistem keuangan syariah global. Prestasi ini menandai konsistensi Indonesia selama tiga tahun berturut-turut sebagai negara dengan ekosistem ekonomi Islam terkuat di dunia, sejajar dengan Malaysia dan Arab Saudi.

Mirdal Akib mengungkapkan, pencapaian ini merupakan pijakan strategis bagi Indonesia. Penilaian tersebut mencakup tujuh sektor utama, mulai dari makanan halal hingga busana muslimah.

"Laporan ini menilai kinerja negara-negara di tujuh sektor utama, satu makanan halal, dua keuangan islam, pariwisata yang muslim friendly, ramah muslim, busana muslimah, kosmetika dan farmasi halal media rekreasi serta investasi halal,” ungkap Mohammad Mirdal Akib, dalam sambutannya di acara Sharia Economic Forum bertajuk "Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact", Kamis, 12 Februari 2026.


CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
 

Baca Juga :

Indonesia Dibidik Jadi Raja Ekonomi Syariah Global

Saatnya Indonesia menjadi pemimpin utama ekonomi syariah global
Melihat tren positif tersebut, Mirdal menegaskan, sudah saatnya Indonesia bergerak maju untuk menjadi pemimpin utama ekonomi syariah global. Optimisme ini didukung oleh data ekonomi yang sangat masif. Pengeluaran konsumen muslim di seluruh dunia saat ini telah mencapai USD2,43 triliun atau setara Rp40 ribu triliun. Serta diproyeksikan akan terus membengkak hingga USD3,36 triliun pada 2028.

"Berdasarkan The State of Global Islamic Economic Indicator Report 2023, pengeluaran konsumen muslim seluruh dunia mencapai USD2,43 triliun atau sekitar Rp40 ribu. Dengan proyeksi akan meningkat menjadi USD3,36 triliun atau sekitar Rp55 ribu triliun pada 2028," ungkap dia.

Tidak hanya dari sisi konsumsi, aset keuangan Islam global juga mencatatkan angka fantastis sebesar USD4,93 triliun dengan potensi pertumbuhan mencapai USD7,53 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Angka-angka ini menjadi sinyal, ekonomi syariah bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pasar raksasa yang sangat menentukan arah ekonomi dunia.

Mirdal mengatakan, pemerintah telah merespons peluang besar ini dengan mengintegrasikan arah kebijakan ekonomi Islam ke dalam RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2045. Kebijakan tersebut akan difokuskan pada penguatan sektor riil industri halal serta optimalisasi keuangan sosial Islam.

"Pemerintah telah mengintegrasikan arah kebijakan ekonomi Islam dalam RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2025 dengan fokus pada sektor riil industri halal dan keuangan sosial Islam. Pemimpin ekonomi syariah global saat ini strategis bagi Indonesia, sebab ekonomi syariah global adalah pasar raksasa," kata dia. (Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Polkam Apresiasi Evakuasi Pilot Smart Av, Singgung Sinergi TNI-Polri
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia, Jepang Masih Mendominasi
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Guru Besar UMI Sebut Demo Sah, Blokade Jalan Bisa Digugat Secara Hukum
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Pohon Tumbang Tutupi Rel Kereta Api di Jalan Hamka Padang
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
JKSN Gelar Istighotsah Doakan Gubernur Jatim
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.