Intiland (DILD) Buka Suara soal Proyek Data Center dengan ION Network

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Intiland Development Tbk (DILD) buka suara terkait kabar rencana kerja sama pengembangan bisnis data center dengan ION Network. Perseroan menegaskan bahwa proyek tersebut tidak dijalankan secara langsung oleh induk usaha, melainkan melalui entitas anak.

Sekretaris Perusahaan DILD, Theresia Rustandi, dalam keterbukaan informasi yang dilansir Kamis (12/2), menjelaskan bahwa pengembangan layanan pusat data akan dilakukan melalui PT Intiland Alfa Rendita.

Entitas anak tersebut memiliki kepemilikan saham sebesar 100% dalam kerja sama dengan ION Network, yang kemudian membentuk perusahaan joint venture bernama PT Inti Arunika Persada dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50%.

"Kerja sama pembentukan perusahaan joint venture ini tidak bersifat material bagi Perseroan atau dapat mempengaruhi kelangsungan usaha secara jangka panjang. Perseroan sudah melakukan analisa dan kajian atas kelayakan serta aspek risiko dari kerja sama pengembangan layanan pusat data ini," ujar Theresia.

Baca Juga: Gandeng Intiland, ION Network Surabaya Bangun Pusat Data Terbesar di Indonesia Timur

Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk mengoptimalkan nilai aset properti yang dimiliki. Langkah tersebut ditempuh dengan memperluas fungsi aset agar lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan pasar, khususnya di sektor teknologi informasi.

Perjanjian pembangunan dan pengelolaan data center ini juga disebut sebagai bentuk sinergi antara kekuatan kedua belah pihak. Intiland memiliki pengalaman dalam pengembangan properti terpadu sekaligus portofolio aset yang dinilai berpotensi meningkat nilainya di masa depan.

Sementara itu, ION Network dikenal sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman panjang dalam bisnis pengembangan data center. "Kolaborasi ini diharapkan akan menguatkan nilai perusahaan dan meningkatkan nilai properti secara jangka panjang," tambah Theresia.

Baca Juga: UNTR Rampungkan Akuisisi Tambang Emas Milik PSAB Senilai Rp9 Triliun

Theresia menegaskan bahwa tidak ada informasi material lain yang dapat memengaruhi kinerja maupun harga saham perseroan. "Perseroan tidak mengetahui ataupun memiliki informasi mengenai kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Lewis Hamilton, Legenda F1 dan Pembalap Asal Inggris yang Torehkan 7 Kali Juara Dunia
• 18 menit lalugrid.id
thumb
CEO Media Group: Indonesia Perlu Kerja Keras Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Gianyar, 1 Orang Tewas-2 Terluka
• 5 jam laludetik.com
thumb
Kuasa Hukum Bahar bin Smith Sebut Pihaknya akan Upayakan Restorative Justice
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Rangkaian Acara Imlek Nasional 2026, dari Festival Lentera hingga Puncak Acara di Lapangan Banteng
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.