ByteDance Disebut Mau Bikin Chip AI Sendiri, Gandeng Samsung

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

ByteDance dilaporkan tengah mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) dan membuka pembicaraan dengan Samsung Electronics untuk memproduksinya. Langkah ini dilakukan induk TikTok untuk mengamankan pasokan prosesor canggih di tengah lonjakan kebutuhan infrastruktur AI global.

Menurut laporan Reuters yang berasal dari dua sumber terdekat dengan isu tersebut, ByteDance menargetkan sampel chip AI mereka tersedia pada akhir Maret 2026. Perusahaan berencana memproduksi sedikitnya 100.000 unit prosesor tahun ini, kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga 350.000 unit.

Chip dengan nama kode SeedChip ini dirancang untuk kebutuhan AI inference, yaitu proses menjalankan model AI yang sudah dilatih. Fokus ini menunjukkan ByteDance ingin memperkuat efisiensi operasional layanan berbasis AI seperti rekomendasi konten, chatbot, hingga layanan cloud.

Pembicaraan dengan Samsung tidak hanya mencakup manufaktur, tetapi juga akses pasokan memori RAM, yang menjadi faktor krusial dalam performa sistem AI berskala besar. Komponen ini sekarang langka akibat lonjakan pembangunan pusat data AI di berbagai negara.

Juru bicara ByteDance sudah angkat bicara, menyebut informasi mengenai proyek chip AI itu tidak akurat tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Sementara itu, Samsung menolak berkomentar.

Upaya mengembangkan chip bukan hal baru bagi ByteDance, mengingat perusahaan sudah mulai merekrut talenta di bidang semikonduktor sejak 2022. Pada Juni 2024, Reuters melaporkan ByteDance bekerja sama dengan Broadcom untuk merancang prosesor AI canggih dengan rencana produksi oleh TSMC di Taiwan.

Raksasa teknologi global seperti Google, Amazon, dan Microsoft telah lebih dulu mengembangkan chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia, yang saat ini mendominasi pasar prosesor AI. Di China, kontrol ekspor Amerika Serikat terhadap prosesor canggih menambah tekanan bagi perusahaan lokal untuk membangun kemandirian teknologi.

Di dalam negeri, ByteDance tertinggal dari Alibaba dan Baidu. Alibaba baru saja meluncurkan chip Zhenwu untuk beban kerja AI skala besar, sementara Baidu menjual chip ke klien eksternal dan berencana membawa unit chip Kunlunxin melantai di bursa.

Proyek SeedChip menjadi bagian dari strategi besar ByteDance dalam memperluas investasi AI. Perusahaan mendirikan unit Seed pada 2023 untuk mengembangkan model bahasa besar dan mendorong penerapannya di berbagai lini bisnis, mulai dari video pendek, e commerce, hingga layanan cloud perusahaan.

ByteDance berencana menggelontorkan lebih dari 160 miliar yuan atau sekitar Rp 390 triliun (kurs Rp 2.439) untuk pengadaan terkait AI di tahun ini. Lebih dari separuh anggaran tersebut dialokasikan untuk membeli chip Nvidia, termasuk model H200, serta mendukung pengembangan chip internal.

Dalam pertemuan internal pada Januari, eksekutif ByteDance Zhao Qi menyampaikan investasi AI akan memberi dampak ke seluruh divisi. Ia mengakui model AI ByteDance masih tertinggal dari pemimpin global seperti OpenAI, tapi menegaskan perusahaan akan terus memperkuat pengembangan AI sepanjang tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
39 Warga Mengungsi Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Minta Pengolahan Sampah Skala Mikro Dipercepat, Uji Coba Tahun Ini
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
BMKG: Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Pesisir
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ASN DKI Boleh WFA Saat Lebaran, Pramono: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu
• 23 jam laludisway.id
thumb
Demi Hidupkan Ekonomi, BNPP RI Dorong Pengaktifan Pas Lintas Batas di PLBN Motamasin
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.