JAKARTA, KOMPAS.com - Harga daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami kenaikan jelang Ramadhan 2026. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli, Kamis (12/2/2026).
Salah satu pedagang, Jodi (60), mengatakan, kenaikan harga daging sapi terjadi sepekan terakhir.
"Sudah ada hampir semingguanlah naik, daging-daging dari Rp 130.000 sampai Rp 125.000, sekarang Rp 140.000," kata Jodi di Pasar Kramat Jati, Kamis.
Ia memperkirakan harga daging sapi akan terus meningkat mendekati Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kayaknya mendekati Idul Fitri pasti ada kenaikan, tahun sebelumnya Rp 150.000 pas Lebaran, ini mungkin bisa lebih," jelasnya.
Kenaikan harga tersebut, menurut Jodi, menyebabkan jumlah pembeli menurun.
"Ya peminatnya bukannya nambah malah berkurang ya istilahnya. Orang gimana ya, keadaan ekonominya kayak gini," ungkapnya.
Baca juga: Harga Daging di Pasar Kramat Jati Naik Jelang Ramadan, Pemkot Pastikan Kualitas Aman
Pedagang lainnya, Jahra (56), menduga kenaikan harga terjadi sejak dari rumah pemotongan hewan (RPH).
"Soalnya kan kita juga ngikutin bukan kenaikan harga di pasar, jadi sudah harga dari sono, pemotongnya gitu," ungkap Jahra.
Senada dengan Jodi, omzet penjualan turun dalam beberapa bulan terakhir sejak harga daging terus merangkak naik.
"Saya juga dulu omzetnya hampir satu ekor, sekarang jauh merosot, ya paling minimal 30 kilogram, 40 kilogram," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan pengecekan sejumlah kios daging di Pasar Kramat Jati menjelang Ramadhan dan Imlek 2026.
Pemeriksaan dilakukan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur dengan mengecek kualitas daging secara kasatmata (organoleptik).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada daging berkualitas buruk yang beredar di masyarakat saat kebutuhan meningkat.
"Hari ini kami melakukan pengawasan terhadap komunitas peternakan untuk daging sapi, daging babi, dan telur dalam rangka menyambut Imlek dan Ramadhan ya, menjelang puasa," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita, di Pasar Kramat Jati.
Ellita menjelaskan, pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan melihat bau, warna, dan tekstur daging. Selain itu, petugas juga memberikan pembinaan kepada pedagang terkait sanitasi dan higiene.
Berdasarkan hasil pengecekan, kualitas daging yang dijual di Pasar Kramat Jati dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F12%2F58018e002aec09bb9f32c938c7d67980-20251212ron06.jpg)



