Keir Starmer Kecam Bos Man United Jim Ratcliffe Soal Komentar Imigrasi

mediaindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

PERDANA Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, melayangkan kecaman keras terhadap miliarder pendiri Ineos sekaligus pemilik sebagian saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. Starmer melabeli komentar Ratcliffe mengenai imigrasi sebagai hal yang "menyinggung dan salah".

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News di sela-sela KTT Industri Eropa di Antwerpen, Ratcliffe mengklaim Inggris telah "dijajah oleh imigran". Ia juga menyarankan agar perdana menteri lebih berani melakukan "hal-hal sulit" demi menstabilkan ekonomi negara.

Perdebatan Data Populasi

Ratcliffe menyoroti beban ekonomi akibat tingginya angka imigrasi dan klaim mengenai jumlah penduduk yang melonjak drastis.

Baca juga : Rangkaian Performa Buruk MU Berlanjut, Tumpul dan Minim Ide

"Inggris telah dijajah. Hal ini memakan terlalu banyak biaya. Populasi Inggris adalah 58 juta pada 2020, sekarang sudah 70 juta. Itu artinya ada tambahan 12 juta orang," ujar Ratcliffe.

Namun, data resmi dari Kantor Statistik Nasional (ONS) membantah angka tersebut. Berdasarkan estimasi ONS, populasi Inggris pada pertengahan 2025 adalah 69,4 juta jiwa, dibandingkan dengan 66,7 juta pada pertengahan 2020. Artinya, pertumbuhan populasi dalam lima tahun terakhir adalah sekitar 2,7 juta orang, jauh di bawah angka 12 juta yang diklaim oleh Ratcliffe.

Kecaman dari Berbagai Pihak

Pihak Downing Street No. 10 mendesak Ratcliffe untuk meminta maaf, menyatakan bahwa pernyataannya dapat memecah belah persatuan bangsa. Kelompok suporter Manchester United pun turut bersuara. Manchester United Supporters Trust menegaskan bahwa pemimpin klub seharusnya mendorong inklusi, bukan marjinalisasi.

Baca juga : Stadion Baru MU Disebut Bakal Berkapasitas 100 Ribu Penonton

Kritik tajam juga datang dari kelompok The 1958, yang menyindir posisi Ratcliffe. "Sangat tidak bijaksana memberikan komentar mengenai masalah negara kita sementara dia sendiri tinggal di Monako untuk menghindari pajak," tulis kelompok tersebut.

"Cukup Baik" atau "Terlalu Baik"?

Ratcliffe, yang merupakan orang terkaya ke-7 di Inggris dengan kekayaan sekitar £17 miliar, membandingkan langkah efisiensi yang ia lakukan di Manchester United dengan manajemen negara. Sejak masuk ke United, ia telah melakukan 450 PHK dan merombak manajemen.

"Jika Anda melakukan hal-hal sulit... Anda akan menjadi sangat tidak populer untuk sementara waktu. Namun, Anda harus memiliki keberanian untuk menangani isu-isu besar seperti imigrasi dan orang-orang yang lebih memilih tunjangan daripada bekerja," tambahnya.

Meski mendapatkan dukungan dari pemimpin Reform UK Nigel Farage, pernyataan Ratcliffe dianggap oleh banyak pihak, termasuk pemimpin Liberal Demokrat Sir Ed Davey, sebagai sesuatu yang "sangat tidak sejalan dengan nilai-nilai Inggris". Hingga saat ini, pihak Ineos dan Manchester United belum memberikan komentar resmi terkait tuntutan permintaan maaf tersebut. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reformasi Gila Ala China: Pangkas 300.000 BUMN, Laba Jadi Rp 9.000 T
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mudik Lebaran 2026 Diperpanjang, Ini Jadwal WFA dan Cuti Bersama Idulfitri 1447
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
DPR dan Pemerintah Kejar Target Selesaikan RUU Ketenagakerjaan
• 2 menit lalurctiplus.com
thumb
Kasus BBM Bersubsidi di Medan Terkuak: 10 Orang Tersangka, 14 Ton Solar Disita
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kurir Narkoba WN Malaysia Ditangkap di Dumai, 99 Ribu Butir Happy Five Disita
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.