Liputan6.com, Jakarta - Dampak buruk limbah fast fashion terhadap dampak lingkungan bukanlah hal yang baru.
Selain bertanggung jawab atas hampir 10 persen emisi karbon global, industri ini juga telah menjadi simbol konsumsi modern, ditandai dengan tren yang cepat berganti, harga yang murah, dan pilihan yang tampaknya tak terbatas.
Advertisement
Namun di balik kilau dan keuntungan ekonomi, tersembunyi dampak lingkungan sangat besar.
Setiap tahun, jutaan ton pakaian diproduksi dan dibuang dalam tempo yang semakin cepat, berkontribusi pada masalah limbah tekstil, emisi karbon, polusi air, serta krisis mikroplastik yang terus memburuk.
Berikut adalah 10 statistik yang sangat mengkhawatirkan tentang limbah tekstil yang dilansir dari laman earth.org:
1. Setiap tahun menghasilkan 92 juta ton limbah tekstil
Dari 100 miliar pakaian yang diproduksi setiap tahun, sekitar 92 juta ton berakhir di tempat pembuangan sampah. Untuk memberikan gambaran, ini berarti setara dengan satu truk sampah penuh pakaian berakhir di tempat pembuangan sampah setiap detik. Jika tren ini berlanjut, jumlah limbah fast fashion diperkirakan akan melonjak hingga 134 juta ton per tahunn pada akhir dekade ini.
2. Emisi global industri pakaian akan meningkat sebesar 50% pada 2030
Jika bisnis seperti ini terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, itu menandakan tidak ada tindakan yang diambil untuk mengurangi limbah fast fashion. Emisi global industri ini kemungkinan akan berlipat ganda pada akhir dekade ini.
3. Rata-rata konsumen di Amerika Serikat membuang 81,5 pon pakaian setiap tahunnya
Di Amerika saja, diperkirakan sebesar 11,3 juta ton limbah tekstil atau setara dengan 85% dari seluruh tekstil yang berakhir di tempat pembuangan sampah setiap tahunnya. Hal ini setara dengan sekitar 81,5 pon (37 kilogram) per orang setiap tahunnya, dan sekitar 2.150 potong per detik di seluruh negeri.




