Hadapi Turbulensi Usai Laporan MSCI, BEI: Momen Penting Perbaiki Pasar Modal Indonesia

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEI terus menyiapkan langkah pembenahan secara menyeluruh di pasar modal. Hal itu sebagai upaya perbaikan setelah publikasi MSCI.

Hadapi Turbulensi Usai Laporan MSCI, BEI: Momen Penting Perbaiki Pasar Modal Indonesia. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menyiapkan langkah pembenahan secara menyeluruh di pasar modal. Hal itu sebagai upaya perbaikan setelah publikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu bursa saham Indonesia dalam tekanan.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkap bahwa kondisi pasar saat ini seperti pesawat yang tengah menghadapi turbulensi.

Baca Juga:
BEI dan MSCI Gelar Pertemuan Kedua, Ini 4 Rencana Aksi Perkuat Pasar Modal

"Maka kita hanya punya satu pilihan. Dalam kondisi turbulence, terbang lebih rendah bukan pilihan yang tepat. Tetapi dalam kondisi turbulence, pilihan kita hanya terbang lebih tinggi. Dan itu yang sedang kita lakukan,” kata Jeffrey dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (12/2/2026).

Menurut Jeffrey, situasi ini justru menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan signifikan terhadap struktur pasar modal nasional.

Baca Juga:
BEI Sebut Sudah Komunikasi Intens dengan MSCI Sebelum Gejolak Pasar Saham

"Karena kita terbang lebih tinggi, ini adalah momen yang sangat tepat, momen yang sangat berharga untuk kita manfaatkan. Untuk melakukan pembenahan secara signifikan terhadap pasar kita. Dan itu yang sedang kami lakukan," kata dia.

BEI bersama pemangku kepentingan telah merumuskan beberapa langkah pembenahan. Salah satunya yaitu meningkatkan transparansi melalui kewajiban pengungkapan nama pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Baca Juga:
Prabowo Marah Besar IHSG Anjlok, BEI Komitmen Segera Benahi Pasar Modal

Selain itu, klasifikasi data investor akan diperluas secara signifikan, dari sebelumnya hanya 9 tipe menjadi 28 tipe investor, khususnya pada kategori korporasi dan entitas lainnya.

"Untuk memastikan ke depan pasar kita lebih dalam, kami akan mengeluarkan peraturan, dan kami juga sebuah minimum free float untuk bisa tetap bertahan di Bursa Efek Indonesia dari 7,5 persen menjadi 15 persen," lanjutnya.

Langkah lainnya yaitu penerbitan shareholder’s concentration list, yang memungkinkan publik mengetahui saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

"Itu semua dapat kami lakukan karena pada momen ini kita mendapatkan dukungan luar biasa untuk bisa melakukan pembinaan dan perbaikan yang signifikan," kata Jeffrey.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Korowai Batu Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Jateng Pamer Keberhasilan SPMB di Konsolnas 2026, Daerah Lain Silakan Meniru
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Winger PSM Ricky Pratama Aniaya Pacar? Viral di Medsos, Akun IG Pemain Timnas U-23 Itu Diserbu Netizen
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Damkar Surabaya Evakuasi 6 Orang Tertimpa Akrilik-Terjepit Teralis
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Reses Kedua, Anggota DPRD Makassar Ismail Serap Aspirasi Warga Kecamatan Tallo
• 20 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.