Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah Dasar Negeri (Kepsek SDN) Jelbuk 02 Arif Rahman belum dapat mengomentari dan memberikan informasi detail mengenai kasus guru perempuan berinisial F.
F yang merupakan wali kelas 5 di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu kedapatan menelanjangi 22 siswanya.
Peristiwa ini berawal dari Kamis (5/2) tatkala F merasa kehilangan uang Rp 200 ribu. Keesokan harinya, ia kembali merasa kehilangan uang Rp 75 ribu.
F menggeledah tas para siswa lalu menelanjangi mereka: Siswa laki-laki diminta untuk membuka seluruh pakaiannya, juga siswa perempuan yang diminta hanya menyisakan pakaian dalam.
Saat ditemui di ruangan guru, Arif meminta jurnalis tidak membawa smartphone dan alat perekam.
"Silakan semua hp ditaruh di meja dulu supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman," ucap Arif.
Dia menyatakan sulit mengomentari perkara yang sudah ditangani Dinas Pendidikan Jember itu.
"Saya serahkan semua ke dinas. Kalau mau konfirmasi silakan langsung ke dinas," sahutnya.
Kadisdik Minta MaafSebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.
"Oleh karena itu saya selaku Kepala Dinas Pendidikan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para wali murid. Kami akan memperbaiki kinerja agar supaya tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang," kata Arief kepada wartawan, Kamis (12/2).
Arif menjelaskan bahwa alasan F berbuat seperti itu adalah mengamuk karena seringkali kehilangan.
"Itu bukan yang pertama kalinya menurut beliau. Nah, pada yang terakhir kehilangan ini beliau itu yang operatif karena bukan yang pertama kalinya. Dan ini yang menjadi kesalahan fatal beliau seperti itu," katanya.
Guru Disanksi MutasiKini, F telah dimutasi dan tidak mengajar di sekolahan itu untuk sementara waktu.
"Kami selaku dinas juga harus bertindak profesional sesuai dengan SOP yang berlaku, maka akan ada hal-hal yang harus kita lakukan untuk kita tarik untuk sementara sembari kita berkoordinasi dengan OPD yang lain agar supaya beliau bisa kita pindahkan di tempat yang lain, supaya siswa dan wali murid ini bisa menjalani kegiatan belajar-mengajar dengan baik lagi gitu," ujar dia.





