GenPI.co - Adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, disebut terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein.
Berbeda dengan era sebelumnya di mana skandal kerajaan cenderung "dikubur" demi menjaga nama baik, masa pemerintahan Raja Charles membawa pendekatan baru yang jauh lebih transparan.
Raja Charles telah mengambil serangkaian tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengisolasi Andrew dari struktur resmi kerajaan.
Andrew resmi kehilangan hak untuk menggunakan gelar "pangeran".
Andrew juga dipaksa meninggalkan Royal Lodge, rumah mewah dengan 30 kamar yang telah ditempatinya selama 20 tahun.
Istana Buckingham mengeluarkan pernyataan publik yang berpihak pada wanita korban pelecehan Epstein.
Istana Buckingham menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan hubungan Andrew dan Epstein.
Langkah ini dipicu oleh rilis dokumen jutaan halaman dari Departemen Kehakiman AS yang mengungkap fakta baru.
Andrew diduga mengirimkan laporan rahasia kepada Epstein saat dirnya menjabat sebagai utusan perdagangan internasional Inggris pada 2010.
"Raja telah menunjukkan keprihatinan mendalam atas tuduhan-tuduhan ini. Jika dihubungi Kepolisian Thames Valley, kami siap memberikan dukungan penuh," demkian pernyataan resmi Istana Buckingham, dilansir AP News, Rabu (11/2).
Meski Andrew membantah melakukan kesalahan, pengungkapan dokumen AS dan wawancara bencana BBC pada 2019 telah meruntuhkan klaimnya.
Keputusan Raja Charles untuk bekerja sama dengan polisi, termasuk kemungkinan penyerahan dokumen internal dan wawancara staf istana, menjadi langkah paling berisiko sekaligus paling berani.
Langkah ini memang akan memicu berita utama yang tidak menyenangkan di berbagai media.
Namun, bagi keluarga kerajaan, inilah satu-satunya cara untuk mengusir bayang-bayang kelam Jeffrey Epstein dari masa depan monarki Inggris. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:





