Apa Itu Saham? Kenali Jenis, Risiko, dan Keuntungannya

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Apa itu saham? secara sederhana saham merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Dengan membeli saham seseorang akan memiliki sebagaian kecil perusahaan.

Melalui kepemilikan saham, investor berhak atas keuntungan maupun aset sesuai porsi kepemilikan. Dan saham ini biasanya diperdagangkan di bursa efek, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jenis-jenis Saham 1. Saham Biasa

Saham biasa juga biasa dikenal sebagai common stock. Saham ini membuat investor berhak atas keuntungan yang dihasilkan, baik dalam bentuk deviden maupun capital gain (keuntungan dari penjualan saham).

Saham ini juga memberikan investor hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang memungkinkan mereka berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting, seperti pemilihan dewan direksi dan kebijakan perusahaan.

2. Saham Prefen

Saham prefen atau biasa disebut preferred stock biasanya tidak memberikan hak suara bagi pemegangnya, namun investor mendapat prioritas dalam pembagian dividen dan klaim aset jika perusahaan dilikuidasi.

Investor biasanya mendapatkan dividen tetap, mirip dengan obligasi.

Risiko Investasi Saham 1. Risiko Fluktuasi Harga

Harga saham sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar, yaitu permintaan dan penawaran.

Secara sederhanya, saat banyak investor membeli saham tertentu, harganya akan naik, dan sebaliknya, jika banyak yang menjual maka harganya akan turun.

Fluktuasi harga ini bisa terjadi setiap hari atau bahkan menit dengan berbagai faktor yang menyebabkannya seperti kondisi ekonomi makro, situasi politik dan global, dan sentimen investor.

Kondisi ekonomi makro meliputi inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, hingga nilai tukar mata uang.

Sedangkan situasi politik dan global meliputi kebijakan pemerintah, konflik internasional, atau krisis global dapat memicu ketidakpastian pasar.

Dan sentimen investor yaitu rumor, berita, atau tren tertentu bisa membuat harga saham bergerak cepat meski tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

2. Risiko Perusahaan dan Pasar

Risiko perusahaan berkaitan dengan kinerja internal, seperti manajemen yang tidak efektif, penurunan laba, masalah hukum, atau reputasi yang buruk. Jika perusahaan gagal berkembang atau menghadapi skandal, harga saham bisa jatuh drastis.

Sedangkan untuk risiko pasar berkaitan dengan kondisi makro yang memengaruhi seluruh sektor saham. Misalnya, saat terjadi resesi atau krisis finansial, hampir semua saham akan terdampak, bahkan perusahaan dengan fundamental kuat sekalipun.

Keuntungan Investasi Saham 1. Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan investor dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dibanding harga jual.

Faktor penentunya adalah kondisi pasar, kinerja perusahaan, tren industri, serta sentimen investor.

Strategi yang biasa digunakan investor untuk memperoleh keuntungan ini adalah memanfaatkan analisis fundamental (melihat laporan keuangan, prospek bisnis) dan analisis teknikal (melihat pola pergerakan harga) untuk menentukan kapan waktu terbaik membeli atau menjual saham.

2. Dividen

Dividen merupakan keuntungan perusahaan kepada pemegang saham yang besarnya tergantung pada laba perusahaan dan kebijakan manajemen.

Pembagian dividen biasa dalam bentuk uang tunai atau saham tambahan. Dan memberikan pendapatan pasif yang relatif stabil bagi investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Ungkap Alasan Bahar bin Smith Tak Ditahan usai Diperiksa sebagai Tersangka
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Get The Look: Inspirasi Color Combo Outfit ala Linda Schulz, Kasual dan Stylish!
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bentrokan KSO di Rohul, Polda Riau Tegaskan Usut Semua Pihak yang Terlibat
• 3 jam laludetik.com
thumb
Tahun Kuda Api 2026: Tiga Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung dalam Hal Percintaan
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Perusahaan Bir Heineken Bakal PHK 6.000 Pekerja
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.