Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mendorong pelaku usaha properti, khususnya broker, untuk terlibat aktif dalam memperluas akses masyarakat terhadap program rumah subsidi.
Ajakan itu disampaikan Ara dalam sambutannya saat menghadiri National Business Conference ERA Indonesia 2026 di Jakarta.
Di hadapan pelaku bisnis properti nasional, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta.
“Saya sebagai menteri membangun ekosistem yang melibatkan broker, developer, kontraktor, asuransi, dan perbankan agar semuanya bersinergi,” ujar Ara dalam keterangan pers, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, keberhasilan program perumahan rakyat membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi yang sehat bagi pelaku usaha dan lembaga keuangan.
Ara menilai sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional.
“Pertumbuhan ekonomi harus terus menuju 8 persen. Salah satu penggerak utamanya adalah sektor perumahan,” tegasnya.
Ia juga menyatakan pemerintah harus bekerja cepat, bersih, dan efektif, setara bahkan melampaui kinerja sektor swasta. Untuk itu, Ara berencana menggelar diskusi lanjutan dengan para pelaku industri properti guna memperkuat sinergi dalam program rumah subsidi.
Ara mengundang Presiden Direktur dan CEO ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, serta Ketua Umum AREBI, Clement Francis, untuk membahas bentuk kerja sama pada 18–20 Februari 2026.
“Kita ingin diskusi yang efektif dan cepat. Pemerintah tidak boleh kalah dalam hal kecepatan dan efektivitas kerja dibanding swasta,” katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah, terutama dalam memperluas jangkauan pemasaran rumah subsidi melalui jaringan broker profesional di berbagai daerah.
“Dengan kualitas agen properti yang semakin baik, kami optimistis dapat membantu masyarakat memahami produk perumahan subsidi secara tepat,” ujar Darmadi.
Ia menambahkan, ERA Indonesia akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas promosi sekaligus meningkatkan literasi perumahan di masyarakat.
“Melalui iklan digital yang menjangkau seluruh Indonesia, produk perumahan yang baik bisa dikenal luas dan menjangkau lebih banyak calon pembeli,” ucapnya.
Kolaborasi antara pemerintah, broker, developer, perbankan, dan lembaga asuransi diharapkan mampu mempercepat realisasi program rumah subsidi serta memperkuat sektor properti sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Redaksi TVRINews





