jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengingatkan bahwa bandara sebenarnya masuk objek vital yang seharusnya mendapat pengawalan aparat keamanan.
"Objek vital itu seharusnya dilakukan pengawalan secara cukup standar pengawalan objek vital," kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).
BACA JUGA: Jenazah Kru Pesawat Smart Air Korban Penembakan Belum Dievakuasi
Hal demikian dikatakan dia menjawab awak media soal kabar pesawat PT Smart Air Aviation ditembaki orang tak dikenal (OTK) di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).
Lasarus mengatakan kejadian penembakan pesawat di bandara menjadi peringatan bagi pemerintah menguatkan pengamanan bandara.
BACA JUGA: Pesawat Ditembak OTK di Bandara Koroway Batu, Pilot Meninggal Dunia
"Peringatan bagi pemerintah untuk kiranya seluruh bandara yang ada, termasuk di Papua itu dilakukan pengamanan yang cukup seusai dengan karakteristik dan kondisi daerah masing-masing," ujar dia.
Lasarus menuturkan kawasan Papua yang masuk kategori khusus membhat pemerintah menyiapkan pengamanan bandara secara ekstra.
BACA JUGA: Penembakan Pesawat di Papua Selatan, 13 Penumpang Selamat
"Dipastikan penumpang atau siapa pun yang datang itu ke bandara dipastikan aman karena dilakukan pengamanan yang cukup. Ini tugas pemerintah," ujarnya.
Lasarus menilai kejadian penembakan pesawat di bandara bukan menandakan kelalain, melainkan lemahnya pengamanan di Papua.
"Saya sebut ini kelemahan. Kelemahan dalam pengamanan objek vital bandara di Papua," ujar dia.
Komisi V, kata Lasarus, akan mengevaluasi operasional bandara yang tidak aman bagi penumpang atau awak kabin setelah penembakan di Boven Digoel.
"Kalau memang layak operasi terus, tetapi kalau memang tidak aman, jangan dioperasikan lagi, tutup saja bandaranya," ujar dia.
Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan bandara tanpa keamanan memadai tetap beroperasi, karena membahayakan keselamatan warga.
"Iya, dong, karena membahayakan orang yang keluar masuk ke bandara itu dan negara tidak bisa memberikan jaminan keamanan, berarti, kan, tidak bisa dioperasikan, tutup bandaranya. Pilihannya itu," ujarnya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Bangunan Liar di Jalur Puncak Bogor Dibongkar
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




