Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp1,58 triliun sepanjang 2025. Angka itu naik tipis sebesar 0,22% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,57 triliun.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, raihan laba Bank Mantap ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 6,51% YoY menjadi Rp3,66 triliun hingga akhir 2025. Pada tahun sebelumnya, pendapatan bunga bersih perseroan tercatat sebesar Rp3,44 triliun.
Pendapatan komisi juga turut menjadi penopang pertumbuhan laba sepanjang 2025. Bank Mantap mencatat pendapatan komisi perseroan meningkat 22,44% YoY, dari Rp206,12 miliar menjadi Rp252,36 miliar.
Di sisi lain, beban operasional selain bunga bersih menanjak. Perseroan mencatat, beban operasional nonbunga mencapai Rp1,62 triliun, meningkat 16,94% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu Rp1,39 triliun.
Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang membengkak yakni impairment yang naik 351,60% YoY menjadi Rp213,60 miliar hingga akhir 2025. Pada 2024, impairment berada di posisi Rp47,29 miliar.
Laba operasional perseroan menyusut 0,57% YoY menjadi Rp2,03 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp2,05 triliun. Sementara itu, laba non-operasional tercatat sebesar Rp1,45 miliar hingga akhir 2025.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mantap mencapai Rp50,53 triliun, naik 9,23% YoY dari tahun lalu yang sebesar Rp46,26 triliun. Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) perseroan menanjak 12,71% YoY menjadi Rp55,03 triliun dari tahun lalu Rp48,82 triliun.
Pertumbuhan DPK pada 2025 utamanya didorong oleh peningkatan simpanan deposito dan tabungan. Tercatat, simpanan deposito naik 12,76% YoY menjadi Rp42,20 triliun dan tabungan naik 19,48% YoY menjadi Rp12,39 triliun.
Sementara itu, simpanan giro menyusut dibanding 2024. Pada 2025, simpanan giro Bank Mantap turun 57,60% YoY menjadi Rp434,92 miliar dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,02 triliun.
Dari sisi indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Mantap meningkat dari 27,43% menjadi 30,47% pada 2025. Untuk kualitas kredit, NPL gross tercatat berada di posisi 0,63% naik dari tahun sebelumnya 0,38% dan NPL neto naik dari 0,14% menjadi 0,32%.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) turun dari 5,56% pada 2024 menjadi 5,42% pada 2025. Sebaliknya, biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) meningkat dari 69,01% menjadi 70,85% hingga akhir 2025.





