JAKARTA, DISWAY.ID-- Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya mewujudkan Jakarta aman dan bebas tawuran.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan melalui Operasi Pekat Jaya 2026, aparat gabungan berhasil mengungkap ribuan kasus kejahatan jalanan mulai dari tawuran, geng motor, premanisme, peredaran miras, obat terlarang, petasan hingga balap liar.
BACA JUGA:Pertama di Asia Pasifik, Hyundai Pilih Indonesia Hadirkan Layanan Subscribe Mobil Listrik
BACA JUGA:5 Link Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka Mulai Hari Ini, Buruan Kuota Terbatas!
Diungkapkannya, Operasi Pekat Jaya 2026 melibatkan 675 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, polres jajaran, unsur TNI, serta dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Sasaran operasi meliputi tawuran, geng motor, premanisme, peredaran miras dan obat terlarang, petasan, balap liar hingga kejahatan jalanan," katanya kepada awak media, Kamis 12 Februari 2026.
Meski Operasi Pekat Jaya 2026 secara resmi telah selesai, Budi menegaskan upaya preventif dan represif tetap berlanjut.
Kapolda Metro Jaya bahkan telah membentuk Satuan Tugas Anti Tawuran tanpa batas waktu.
"Polda Metro Jaya berkomitmen membuat wilayah DKI aman dan zero dari tawuran. Penegakan hukum dilakukan secara tegas, terukur, namun tetap humanis," ungkapnya.
BACA JUGA:Masuk Board of Peace, Indonesia Tegaskan Tetap Dukung Solusi Dua Negara
BACA JUGA:Agenda Rapat Kemenhub di Hotel Rasuna Said Kecolongan, Polisi Identifikasi Pelaku dari CCTV
Menurutnya, fenomena tawuran dan kekerasan jalanan berdampak buruk bagi keselamatan serta masa depan anak-anak dan remaja.
Karena itu, polisi memberi perhatian khusus terhadap pencegahan sekaligus penindakan.
Budi juga mengingatkan bahwa membawa atau menggunakan senjata tajam saat tawuran maupun aksi kriminal lainnya memiliki konsekuensi pidana.
Termasuk bagi pihak yang melukai korban maupun yang mengunggah konten video tawuran ke media sosial.
- 1
- 2
- »





