Akankah Australia Mengatur Roblox Usai Laporan Pelecehan-Eksploitasi Anak?

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Australia mengirim surat peringatan kepada situs game sosial populer, Roblox, menyusul laporan soal anak-anak yang didekati dan dirayu oleh predator di platform tersebut.

Menteri Komunikasi Australia Anika Wells mengirim surat kepada Roblox meminta pertemuan mendesak dan menyatakan kekhawatiran atas "konten buatan pengguna yang ekstrem dan tidak senonoh" di platform tersebut, termasuk materi seksual eksplisit dan bunuh diri.

"Yang lebih mengkhawatirkan adalah laporan dan kekhawatiran yang terus berlanjut tentang anak-anak yang didekati dan dilecehkan oleh predator, yang secara aktif berupaya mengeksploitasi rasa ingin tahu dan kepolosan mereka," bunyi isi surat itu.

Komisaris Keamanan Siber Australia juga memberitahu Roblox soal niatnya untuk menguji implementasi komitmen keamanan yang dibuat platform tersebut tahun lalu.

Komitmen tersebut termasuk menjadikan akun pengguna di bawah usia 16 tahun menjadi tidak untuk publik secara otomotis, serta memperkenalkan alat untuk mencegah pengguna dewasa menghubungi anak di bawah usia 16 tahun tanpa persetujuan orangtua.

Surat Menteri Komunikasi Australia juga merujuk pada upaya yang dilakukan oleh Roblox dengan Komisaris Keamanan Siber sepanjang tahun 2024 dan 2025 untuk mengembangkan langkah-langkah keamanan tambahan.

"Meskipun demikian, masalah-masalah tersebut tampaknya masih berlanjut," bunyi surat tersebut.

"Ini tidak dapat diterima dan masalah-masalah ini sangat mengkhawatirkan banyak orangtua di Australia."

Komisaris Keamanan Siber Australia, Julie Inman Grant, mengatakan dia sudah menulis surat kepada platform tersebut pekan lalu, untuk memberi tahu mereka bahwa akan ada pemantauan tambahan terhadap protokol keamanan mereka.

"Kami tetap sangat prihatin dengan laporan yang terus berlanjut mengenai eksploitasi anak-anak di layanan Roblox dan paparan materi berbahaya," kata Julie.

Pemerintah juga meminta Dewan Klasifikasi untuk meninjau apakah peringkat PG, atau artinya butuh bimbingan orangtua, untuk Roblox masih sesuai.

Roblox terancam denda besar

Roblox tidak termasuk dalam larangan media sosial yang diberlakukan pemerintah Australia untuk anak di bawah 16 tahun, meski merupakan aplikasi game paling populer di kalangan anak-anak Australia yang berusia antara empat dan 18 tahun.

Namun berdasarkan Undang-Undang Keamanan Online Australia, platform dapat didenda hingga A$49,5 juta oleh Komisioner Keamanan Online jika tidak mematuhi peraturan.

Aturan baru Australia yang berfokus pada konten yang membatasi usia, seperti pornografi dan tindakan menyakiti diri sendiri, mulai berlaku pada 9 Maret dan akan berlaku untuk Roblox.

Ada juga persyaratan bagi layanan game online untuk melarang dan mengambil tindakan proporsional terhadap berbagi konten intim tanpa persetujuan, pelecehan seksual, dan pemerasan seksual.

Pada akhir tahun lalu, Roblox memberi tahu pihak berwenang di Australia, jika mereka sudah memenuhi komitmen ini, termasuk mewajibkan pengguna untuk diverifikasi berusia 17 tahun atau lebih untuk mengakses game tertentu.

Pada bulan September, perusahaan tersebut mengatakan mereka berencana untuk memperluas verifikasi usia kepada semua orang yang menggunakan fitur komunikasi platform tersebut sebelum akhir tahun.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari laporan ABC News




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Geledah Sejumlah Kantor di Medan-Pekanbaru soal Korupsi Limbah Sawit
• 2 jam laludetik.com
thumb
Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Gubernur Jateng Ingatkan Tak Boleh Ada Permainan Harga Pangan Jelang Lebaran
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Ojol Kecelakaan di Flyover Grogol Imbas Jalan Berlubang, Dinas Bina Marga Mengaku Sudah Ditambal
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.