Ahli Forensik Ungkap Dugaan Kurt Cobain Tewas Dibunuh

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kematian vokalis Nirvana, Kurt Cobain, kembali menjadi sorotan usai tim ilmuwan forensik menduga dia dibunuh. Dilansir Daily Mail, peneliti independen yang bergabung dalam tim tak resmi dari sektor swasta menduga bahwa ada keterlibatan orang lain dalam kematian sang legenda grunge tersebut.

Dugaan itu muncul setelah peneliti independen mengevaluasi hasil autopsi dan materi tempat kejadian perkara. "Bunuh diri itu biasanya berantakan, dan lokasi kejadian ternyata sangat bersih," kata peneliti independen, Michelle Wilkins.

Tim peneliti independen itu menyusun makalah yang diklaim telah melalui proses peninjauan sejawat atau peer-review. Makalah itu memuat beberapa poin. Pertama, tim meragukan kemampuan fisik Kurt Cobain untuk menarik pelatuk senapan karena dosis heroin yang sangat tinggi di dalam tubuhnya.

Secara medis, dosis heroin yang ada di tubuh Cobain dianggap cukup membuat seseorang kehilangan kesadaran seketika. Selain itu, peralatan untuk penggunaan heroin di lokasi kejadian ditemukan dalam kondisi tertata rapi beberapa meter dari tubuh Cobain. Kondisi itu dianggap tidak lazim untuk seseorang yang baru saja melakukan tindakan berani.

Kejanggalan lainnya adalah surat wasiat terakhir yang ditinggalkan Cobain. Tim menyebut ada perbedaan gaya penulisan di bagian akhir surat tersebut. Muncul dugaan bahwa bagian akhir pesan itu diselesaikan oleh orang lain untuk memperkuat narasi bunuh diri.

Hal itu menambah daftar panjang alasan mengapa banyak orang menuntut agar kasus kematian Cobain diselidiki kembali secara menyeluruh. Namun tidak semua ahli sepakat dengan teori tersebut.

Penyelidik kematian Joseph Scott Morgan memberikan perspektif lain saat tampil di acara Jesse Weber Live. Ia mengatakan bahwa bagi pecandu berat, dosis tinggi mungkin tidak bekerja dengan cara yang sama seperti pada orang biasa.

"Tingkat toleransinya akan sangat tinggi, dibandingkan dengan seseorang yang baru mengenal heroin secara tiba-tiba," kata Morgan menjelaskan kondisi fisik Cobain.

Pihak Berwenang soal Kematian Kurt Cobain

Morgan menambahkan, kemungkinan Cobain sengaja menggunakan dosis tinggi sekaligus senjata api sebagai bentuk kepastian. Menurutnya, bisa jadi Cobain menggunakan strategi redundansi atau langkah berlapis untuk memastikan tujuannya tercapai.

Morgan berpendapat bahwa ketika kemampuan motorik orang belum hilang sepenuhnya, mereka masih mungkin untuk menggunakan senjata meskipun dalam pengaruh obat.

Sementara itu, pihak berwenang di Seattle belum berencana mengubah kesimpulan mereka. Kantor Pemeriksa Medis King County menyatakan bahwa mereka tetap pada hasil awal yang dikeluarkan 30 tahun lalu.

"Kami belum melihat apa pun hingga saat ini yang menjamin pembukaan kembali kasus ini dan keputusan kematian kami sebelumnya," bunyi pernyataan resmi mereka kepada Daily Mail.

Pihak berwenang menetapkan bahwa kematian Cobain pada 5 April 1994 akibat bunuh diri. Mereka menyatakan bahwa musisi yang meninggal pada usia 27 tahun tersebut mengakhiri hidupnya dengan menggunakan senapan shotgun di rumahnya di Seattle.

Cobain mendirikan Nirvana bersama bassist Krist Novoselic pada akhir 1980-an. Mereka menjadi ikon global dalam waktu singkat berkat album Bleach, Nevermind, hingga In Utero. Band ini berhasil menjual puluhan juta album dan membawa aliran alternative rock mendunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Winger PSM Ricky Pratama Aniaya Pacar? Viral di Medsos, Akun IG Pemain Timnas U-23 Itu Diserbu Netizen
• 9 jam laluharianfajar
thumb
KKB Diduga Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel
• 14 jam laludetik.com
thumb
BNNP Sumbar Tangkap Pengedar Sabu, 3 Kg Barang Bukti Disita
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Tingkat Inklusi Keuangan Syariah Rendah, Bagaimana Cara Membangun Trust kepada Masyarakat?
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Diskon Transportasi Lebaran Diprediksi Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026 ke 5,6 Persen
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.