Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta Turun Jadi 15 Persen di 2026

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka prevalensi stunting di Ibu Kota turun menjadi 15 persen di tahun 2026.

Saat ini kata Pramono, prevelensi stunting di Jakarta berada di angka 17.2 persen.

Pramono pun mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melakukan penguatan intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan melalui pelayanan gizi dan edukasi bagi ibu hamil.

BACA JUGA:Wow! Program MBG Terbukti Turunkan Angka Stunting Siswa 57 Persen di Kabupaten Bogor

"Kuatkan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui pelayanan bagi ibu hamil, edukasi gizi keluarga, serta pemantauan balita secara konsisten guna mencapai target 15 persen pada 2026," kata Pramono saat mengunjungi Kantor Dinkes DKI Jakarta di Jakarta Pusat pada Kamis, 12 Februari 2026.

Selain itu Pramono juga mendesak Dinkes untuk melakukan pemantauan sercara konsisten guna mencapai target 15 persen pada 2026.

Dengan jaringan fasilitas kesehatan yang dimiliki Jakarta mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan, harusnya dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.

Pemprov DKI juga terus memperkuat sistem kesehatan Jakarta, antara lain melalui layanan Pasukan Putih, JakAmbulans, JakCare, dan JakSimpus, serta penguatan pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker serviks.

BACA JUGA:Masuk Board of Peace, Indonesia Tegaskan Tetap Dukung Solusi Dua Negara

"Pastikan seluruh fasilitas beroperasi sesuai standar, serta mempromosikan program kesehatan melalui komunikasi publik yang strategis dan efektif," tegasnya.

Dia berharap hal ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kinerja seluruh jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Pramono juga meminta Dinkes memberikan respons cepat tanpa hambatan administrasi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

"Termasu dalam memastikan pembiayaan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keluarga pasien tidak lagi dibebani persoalan prosedur maupun biaya layanan kesehatan,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB: Banjir di Bogor Bawa Material Lumpur dan Bebatuan ke Area Permukiman, Ruas Jalan Tertutup
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Bina Marga: Jalan Rusak di Depan Mall Taman Anggrek Bukan Milik Pemprov DKI
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Jaksa Agung Bakal Sikat Oknum Jaksa Nakal 'Tilep' Aset Sitaan
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Ungaran Timur Semarang, Aktivitas Warga Lumpuh
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Rel Bermasalah di Cilebut–Bogor, KRL Hanya Satu Jalur dan Sejumlah Perjalanan Dipangkas
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.