NAGEKEO, iNews.id – Politisi Partai Perindo, Mbulang Lukas menggelontokan bantuan puluhan ekor kambing ke warga Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan kambing itu diproyeksikan menjadi “tabungan hidup” yang bisa berkembang biak dan menggerakkan ekonomi keluarga.
Bantuan itu berasal dari pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Nagekeo Mbulang Lukas. Dia mengalokasikan anggaran aspirasi sebesar Rp100 juta ke sektor peternakan kambing setelah menilai kebutuhan riil masyarakat setempat.
“Saya melihat di sini kebutuhan masyarakat banyak di bidang hewan ternak. Kambing itu sangat menyentuh kebutuhan mereka karena nilai ekonominya cukup tinggi,” kata politikus Perindo yang menjabat Ketua Komisi I DPRD Nagekeo ini, Kamis (12/2/2026).
Melalui program tersebut, Mbulang membentuk empat kelompok peternak di Kelurahan Danga. Setiap kelompok terdiri dari 12 orang dan menerima 12 ekor kambing betina produktif serta satu ekor kambing jantan.
Pemilihan bibit ternak dilakukan secara selektif. Kambing betina dipilih yang masih muda dan produktif, begitu pula pejantan yang diharapkan mampu mempercepat perkembangbiakan. Satu induk kambing berpotensi melahirkan dua hingga tiga anak. “Bahkan bisa beranak dua kali dalam setahun jika dirawat dengan baik,” ungkapnya.
Program ini tidak berhenti pada pembagian ternak. Para peternak juga mendapat pendampingan dari Dinas Peternakan, termasuk pengawasan dokter hewan. Warga diminta menyiapkan kandang serta menanam rumput dan tanaman pakan ternak di sekitar lahan mereka.
Mbulang menegaskan, konsep utama program tersebut adalah pemberdayaan berkelanjutan. Kambing indukan yang diberikan tidak boleh dijual. Hasil pengembangbiakan diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga lain atau dijual untuk menambah penghasilan tanpa mengurangi populasi ternak utama. “Yang dijual itu anaknya, bukan induknya. Jadi ternaknya tetap berkembang,” katanya.
Pengawasan program dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan dinas terkait. Mbulang juga turun langsung mengontrol perkembangan kelompok ternak. “Saya kontrol terus,” katanya.
Selain peternakan, legislator Partai Perindo ini tengah mendorong pembentukan kelompok perempuan tani dan kelompok penenun sebagai upaya memperluas sumber pendapatan masyarakat. Dia juga menyiapkan dukungan bagi kelompok tani sayur, termasuk membantu penyediaan lahan tanam jika masyarakat mengalami keterbatasan tempat.
Menurutnya, tantangan utama yang masih dihadapi petani di wilayah tersebut adalah ketersediaan air. Karena itu, dia berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait pengadaan sumur bor di daerah-daerah yang mengalami kesulitan air. “Harapannya ekonomi masyarakat bisa meningkat dan semakin banyak warga yang berdaya,” kata mantan pengacara ini.
Original Article



