Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam, Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), melaksanakan serah terima fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui penguatan usaha berbasis potensi wilayah.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan bahwa MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha yang menyertainya.

Kata dia, pengembangan dilakukan mulai dari pendampingan petani di tingkat budi daya, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan pengelolaan. Ini agar hasil kegiatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah.

“Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, dan unit ketel penyulingan, yang dirancang untuk mendukung peningkatan nilai tambah hasil nilam masyarakat,” ucapnya.

Operasional fasilitas dilakukan oleh koperasi dengan dukungan pendampingan agar kegiatan berjalan stabil dan terkelola dengan baik.

Pada program Tahap I yang berlangsung pada 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat.

Koperasi ini telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.

Pengurus koperasi mendapatkan pendampingan dasar terkait pengelolaan organisasi, keuangan, dan perencanaan usaha, serta dipersiapkan sebagai pengelola utama fasilitas pengolahan nilam yang diserahkan.

Selain itu di tingkat hulu, petani nilam diberikan pembelajaran mengenai pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Pada tahap hilir, hasil produksi tersebut telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga kegiatan usaha berjalan dalam satu rantai yang utuh.

Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima program, tetapi juga sebagai pelaku usaha. Kegiatan ini membuka peluang kerja dan usaha di sektor budi daya dan pengolahan, sehingga penguatan ekonomi tidak semata bergantung pada kesempatan kerja formal di perusahaan.

Kepala Desa Bonelemo Baso menilai bahwa pendekatan tersebut memberikan kejelasan bagi masyarakat karena pengembangan dilakukan secara menyeluruh.

“Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Kepala Desa Bonelemo, Baso.

Dengan dilaksanakannya serah terima ini, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi tidak berhenti pada penyerahan fasilitas semata.

Ke depan, Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan mulai 2026 akan diarahkan pada penguatan pengelolaan usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budi daya dan pascapanen, pengembangan nursery dan dempot lanjutan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saksi Ngaku Disuruh Ammar Zoni Antarkan Sabu ke Penghuni Rutan Salemba
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Zona Integritas di Perbatasan Diperkuat, Dua PLBN Raih Predikat Nasional
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekjen Kemenag soal Transfer Anggaran Rp 522 M: Kita Tunggu Kesiapan Kemenhaj
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Bakar Etalase, Seorang Perempuan Nekat Rampok Toko Emas di Makassar
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Banjir di Kabupaten Bogor dan Dampaknya
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.